|
Dua hari setelah PM Zhou Enlai menyampaikan pidatonya, ketua sebuah delegasi menyinggung masalah Taiwan dan menganggap Taiwan harus memperoleh status negara merdeka dan mengemukakan bahwa sulit hidup berdampingan secara damai dengan Komunisme sehingga Konferensi sekali lagi menghadapi tantangan, apakah membahas urusan dalam negeri suatu negara atau saling tidak mencampuri urusan dalam negeri dan memelihara kepentingan bersama. PM Zhou dengan tenang menghadapi tantangan baru itu, ia pertama-tama menyatakan tidak menyetujui opini wakil itu, tapi ia menyatakan tidak siap berdebat dan mempertahankan haknya untuk mengemukakan pendapatnya di depan sidang selanjutnya. Setelah reses, PM Zhou mengadakan pembicaraan secara tersendiri dengan wakil itu dan pada akhirnya memperoleh pengertiannya. Pada tanggal 23 April, PM Zhou mengemukakan pernyataan mengenai masalah Taiwan yang meredakan hubungan Tiongkok-AS. "Rakyat Tiongkok bersahabat dengan rakyat AS. Rakyat Tiongkok tidak ingin bertempur dengan AS. Pemerintah Tiongkok bersedia duduk bersama dengan pemerintah AS untuk berunding dan membahas masalah peredaan ketegangan Timur Jauh, lebih-lebih peredaan ketegangan kawasan Taiwan." Ini mendatangkan perundingan tingkat duta besar Tiongkok dan AS tak lama kemudian.
Selama Konferensi Bandung, delegasi Tiongkok yang dipimpin Zhou Enlai dengan semangat mencari persamaan dan membiarkan adanya perselisihan, berkonsultasi secara sama derajat yang ditetapkan pemerintah Tiongkok, tidak saja mengadakan kerja sama dengan pemimpin negara yang sama atau hampir sama pendapatnya, juga menghormati pemimpin negara yang berbeda pendapatnya, dengan tenang bertukar pendapat, dengan sabar mengupayakan titik persamaan. Mengenai lima prinsip hidup berdampingan, ada orang tidak menyukai sejumlah nada dan kata. PM Zhou dalam pidatonya mengatakan, kata-kata boleh diganti atau dikoreksi, asalkan keinginan bersama kami dapat diakui. Ia berulang-kali secara seksama membentangkan isi, peranan dan arti lima prinsip itu. Ia mengatakan, hanya setelah saling menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, perdamaian baru dapat dijamin. Agresi terhadap kedaulatan dan wilayah negara manapun dan intervensi terhadap urusan intern negara manapun akan dengan tak terhindar mengancam perdamaian. Kalau semua negara berjanji saling tidak mengagresi, itu dapat menciptakan syarat hidup berdampingan secara damai dalam hubungan berbagai negara. Kalau berbagai negara berjanji saling tidak mengintervensi urusan intern, rakyat berbagai negara dapat berdasarkan keinginannya sendiri memilih sistem politik dan gaya hidupnya sendiri. Kerja sama antar berbagai negara seharusnya didasari persamaan derajat dan saling menguntungkan, tidak seharusnya disertai syarat hak istimewa apapun. Menurut ke-4 prinsip tersebut, negara yang berbeda sistem sosialnya dapat merealisasi koeksistensi secara damai dan kerja sama dengan bersahabat. Pidato Zhou tersebut disetujui para peserta. Pada akhirnya, Konferensi bertolak dari semangat mencari persamaan dengan mengesampingkan perselisihan mencapai pendapat yang bulat dan pada tanggal 24 April menerima baik Komunike Terakhir Konferensi Asia-Afrika. Isi komunike itu terbagi 7 bagian, yaitu pertama, kerja sama ekonomi; kedua, kerja sama kebudayaan; ketiga, HAM dan hak menentukan nasibnya sendiri; ke-4, masalah rakyat di daerah yang tergantung; ke-5 masalah-masalah lain; ke-6 mendorong perdamaian dan kerja sama dunia; dan ke-7 manifestasi mengenai mendorong perdamaian dan kerja sama dunia.
Di atas dasar lima prinsip hidup berdampingan secara damai, konferensi menerima baik Manifestasi Mengenai Mendorong Perdamaian dan Kerja Sama Dunia, mengemukakan dasa sila hubungan antar negara, yaitu pertama, menghormati HAM pokok, menghormati azas tujuan dan prinsip Piagam PBB; kedua, menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara; ke-3 mengakui semua ras sama derajat, mengakui semua negara baik besar mapun kecil sama derajat; ke-4, tidak mencampuri atau tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain; ke-5, menghormati setiap negara menjalankan hak nya secara tersendiri atau kolektif berdasarkan piagam PBB; ke-6, tidak menggunakan pengaturan pertahanan kolektif untuk mengabdi kepada kepentingan istimewa negara besar manapun dan negara manapun tidak boleh memberikan tekanan kepada negara lain; ke-7, tidak melanggar keutuhan wilayah dan kemerdekaan ekonomi negara manapun dengan prilaku agresi, ancaman agresi atau menggunakan kekuatan bersenjata; ke-8, berdasarkan piagam PBB, melalui perundingan, penengahan, artribusi atau yudikasi dan cara damai lain serta cara damai lain yang dipilih pihak terkait sendiri menyelesaikan segala persengketaan internasional; ke-9 mendorong kepentingan dan kerja sama antara satu sama lain; dan ke-10, menghormati keadilan dan kewajiban internasional."
Di depan sidang penutupan, wakil berbagai negara menilai tinggi komunike yang diterima baik konferensi. PM Myanmar U Nu mengatakan, di dunia yang penuh dengan kesangsian dan kesalah-pahaman, adanya pengertian di manapun harus dianggap sebagai kemajuan. Konferensi Asia-Afrika kadangkala berlangsung dalam kemacetan, tapi para wakil menunjukkan ketrampilan yang mantap, sabar, ulat dan mahir sehingga konferensi dapat berlangsung secara normal. Dibilang dari arti itu, konferensi kali ini telah memanifestasikan prinsip kongkret hidup berdampingan secara damai.
Keberhasilan Konferensi Asia-Afrika memang boleh dikatakan sebagai kemenangan besar semangat mencari persamaan dengan mengesampingkan perselisihan dan merupakan konferensi yang memanifestasikan lima prinsip hidup berdampingan secara damai.
Selama konferensi, PM Zhou bekerja rajin siang malam dan setiap hari beliau hanya tidur 2 sampai 3 jam dan memberikan pengorbanan besar. Ia dengan memanfaatkan segala kesempatan untuk aktif melakukan kegiatan diplomatik dan memperagakan pesonanya dalam hubungan luar negeri, dan telah mendorong saling pengertian antara Tiongkok dengan berbagai negara yang lain. Setelah konferensi itu, berbagai negara Asia meningkatkan hubungannya dengan Tiongkok dan semakin banyak tamu negara berkunjung ke Tiongkok dan semakin banyak negara menggalang hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Konferensi Bandung juga merupakan sekali kemenangan besar dalam hubungan luar negeri Tiongkok.
|