|
Lebanon kemarin secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB merevisi rancangan resolusi yang diajukkan oleh Amerika Serikat dan Perancis mengenai bentrokan Lebanon-Israel dengan menambah isi tentang penarikan tentara Israel dari Lebanon.
Meksipun Israel tidak menanggapi rancangan resolusi itu secara resmi , namun Menteri Kehakiman Israel Haim Ramon kemarin mengatakan bahwa rancangan resolusi itu menguntungkan Israel.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk Abdul Rahman Al-Attiya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Riyadh kemarin mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai bentrokan Lebanon-Israel harus mencakup gencatan senjata segera dan penarikan tentara Israel secara menyeluruh dari wilayah Lebanon yang diduduki sampai ke luar perbatasan "garis biru".
Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa mengkritik rancangan resolusi tersebut hanya mengimbau penghentian aksi permusuhan, tapi tidak menyinggung gencata senjata dengan segera.
Menteri Luar Negeri Suriah Walid Mualem mengatakan, rancangan resolusi pada kenyataannya mengakui secara diam-diam berlanjutnya perang. Rancangan resoluti itu tidak adil bagi Lebanon.
Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan sambutan terhadap rancangan resolusi tersebut. Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier mengharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan melihat kesempatan pengakhiran konflik yang terkandung dalam rancangan resolusi tersebut.
Menteri Luar Negeri Perancis Philippe Douste Blazy menyatakan, dewasa ini sangat penting agar pemerintah Lebanon bahkan semua neara Arab bisa menerima rancangan resolusi tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Condoleeza Rice mengatakan, Lebanon dan Israel yang terlibat dalam konflik harus menanggapi rancangan resolusi itu secara positif, dan menghentikan pertempuran antara mereka.
|