|
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Abdullah Haji Ahmad Badawi baru-baru ini menerima wawancara bersama media utama Tiongkok untuk Malaysia. Dalam wawancara tersebut, Madawi mengatakan, hubungan Tiongkok-ASEAN telah bersejarah lama, khususnya dalam 15 tahun yang lalu sejak dijalinnya kemitraan dialog Tiongkok-ASEAN, hubungan Tiongkok-ASEAN berkembang pesat, dan pertukaran semakin kerap.
Badawi mengatakan, dewasa ini, Tiongkok sebagai negara mitra dialog ASEAN aktif mengambil bagian dalam proses "10+3" dalam forum regional ASEAN. Tiongkok telah menjadi sahabat akrab ASEAN, dan menjalin hubungan baik dengan ASEAN, kerja sama satu sama lain sangat efektif.
Badawi mengatakan, hubungan ASEAN-Tiongkok melibatkan banyak faktor, antara lain bidang keamanan. Dikatakannya, Tiongkok telah mencapai saling pengertian dengan sejumlah negara ASEAN dalam masalah-masalah termasuk Laut Tiongkok Selatan. Pada tingkat tertentu, dapat dikatakan telah meningkatkan saling pengertian antara ASEAN dan Tiongkok, dan telah memberikan sumbangan dalam menstabilkan kawasan Laut Tiongkok Selatan.
Badawi menyatakan, Tiongkok selalu berupaya mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan ASEAN, memberikan dukungan yang sangat besar kepada ASEAN, maka negara-negara ASEAN menyatakan terima kasih kepada Tiongkok Dalam masa terjadinya krisis moneter di Asia Tenggara tahun 1997, Tiongkok berkomitmen RMB, mata uang Tiongkok tidak didepresiasi sehingga sangat membantu negara-negara ASEAN untuk mengatasi dampak negatif akibat badai moneter. Oleh karena itu, akan selama-lamanya tidak dilupakan oleh ASEAN.
Badawi menekankan, Tiongkok adalah sahabat Malaysia. Malaysia mengadakan konsultasi erat dan kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang. Malaysia tidak menyetujui pandangan apa yang disebut "ancaman Tiongkok". Ditunjukkannya, perkembangan ekonomi Tiongkok telah mendatangkan banyak keuntungan kepada Malaysia, suksesnya Tiongkok telah memberikan sumbangan kepada suksesnya Malaysia dan kestabilan kawasan Asia tenggara.
Berbicara tentang peranan Tiongkok dalam kawasan Asia-Pasifik, Badawi mengatakan, Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB memainkan peranan yang penting di kawasan Asia-Pasifik, khususnya dalam penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea. Ia yakin bahwa Tiongkok akan memainkan peranan yang lebih positif di arena ekonomi dan politik internasional dan regional.
Mengenai masalah bagaimana mengatasi perbedaan antar anggota ASEAN untuk mempercepat pembangunan Masyarakat ASEAN, Badawi mengatakan, dewasa ini, ASEAN telah menyusun rencana untuk membantu Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam meningkatkan pembangunan kemampuannya masing-masing dan mencapai hasil nyata, banyak rencana akan dirampungkan sebelum tahun 2015.
Ditunjukkan oleh Badawi, dewasa ini, berbagai anggota ASEAN sedang aktif melakukan kerja sama ekonomi. Ia yakin, rencana kerja sama ekonomi tersebut akan mempercepat upaya memperkecil kesenjangan ketidak-seimbangan perkembangan antar anggota ASEAN.
|