|

Dikatakannya, penggalakkan penggunaan produk dengan merek merupakan proses yang panjang dan melibatkan partisipasi berbagai pihak masyarakat. Upaya ini memerlukan usaha dari perusahaan-perusahaan dan dukungan para konsumen serta dukungan pemerintah.
Pada kenyataannya, merek mandiri Tiongkok ternyata sangat lemah, baik dari skala produk, maupun ide dan kemampuan pembangunan merek semuanya masih berada pada tahap-tahap awal. Menurut statistik, hanya 10% produk ekspor Tiongkok merupakan merek mandiri. Wakil Direktur Jawatan Pembangunan Pasar Kementerian Perdagangan Tiongkok Cao Derong mengatakan, sebabnya macam-macam.
Dikatakannya: "Pertama, pemberlakuan ekonomi pasar di Tiongkok masih relatif baru; kedua, perusahaan Tiongkok kurang siap dalam konsep dan pengertian mendalam mengenai pembangunan merek mandiri. Merek sejumlah produk Tiongkok tidak didafatarkan. Sejumlah merek Tiongkok yang sangat baik didaftarkan oleh orang asing di luar negeri. Selain itu, produk perlu diperbarui di bidang teknik dan terus-menerus menyesuaikan diri dengan keperluan pasar. Tapi, perusahaan Tiongkok rata-rata kurang menaruh perhatian pada penelitian dan pengembangan, maka produknya sering tertinggal dari keperluan pasar. Pengertian dan investasi yang dilakukan pengusaha di bidang penelitian dan pengembangan sangat kurang."
Ditunjukkan oleh Cao Derong, kesadaran para konsumen mengenai perlindungan hak kekayaan atas intelektural (HaKI) rata-rata masih kurang. Produk palsu atau tiruan sangat berlaris. Sejumlah perusahaan melakukan spekulasi dengan meniru produk perusahaan lain, bahkan dengan menyerempet hukum. Kesemuanya ini merupakan sebab yang menghalangi perkembangan merek mandiri.

Editor Umum Majalah Merek Terkenal Tiongkok Gu Huanyu sebagai ahli penelitian merek menyatakan, pemerintah Tiongkok telah menyusun kebijakan yang relatif menyeluruh mengenai penyerapan modal asing, tapi masih tidak sempurna kebijakannya mengenai promosi produk merek mandiri ke pasar internasional.
Dikatakan oleh Gu Huanyu: "Masih terdapat banyak masalah dalam lingkungan pembangunan merek Tiongkok. Belasan tahun yang lalu, Tiongkok telah menyusun kebijakan yang sangat baik mengenai penyerapan modal asing, tapi dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Tiongkok baru mulai melaksanakan sejumlah kecil kebijakan untuk menciptakan jalan ke pasar internasional. Langkah yang diambil pemerintah untuk mendorong, membimbing, dan mendukung perusahaan untuk menemukan jalan keluar masih sangat kurang."
Gu Huanyu menyatakan, pemerintah dan media perlunya memberikan dukungan kuat kepada merek Tiongkok supaya tercipta lingkungan sosial yang sangat baik. Dengan demikian, barulah dapat dihasilkan perusahaan internasional di Tiongkok untuk mendorong perkembangan ekonomi Tiongkok. 1 2
|