|

Tentara Pertahanan Israel kemarin melepaskan tembakan meriam terhadap Kata Beit Hanon di bagian utara jalur Gaza, 19 orang Pelestina tewas.

Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina Khaled Radi mengatakan, 19 korban tewas itu adalah warga sipil, termasuk 7 anak dan 4 wanita. Mereka tewas dalam keadaan tertidur.

Tentara Israel membenarkan tembakan meriam terhadap daerah tersebut, namun mereka menjelaskan bahwa sasaran tembakan itu adalah tempat peluncuran roket milisi Palestina. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz menyatakan penyesalan atas peristiwa tersebut. Peretz memeerintahkan untuk segera menghentikan tembakan meriam terhadap jalur Gaza dan mengadakan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni mengatakan bahwa Israel tidak akan menyerang warga sipil, namun dalam keadaan perang, peristiwa yang " malang " itu tak dapat dihindarkan.
Ketua Badan Otoritas Nasional Palestina Mahmoud Abbas kemarin mengecam keras aksi tembakan meriam tentara Israel sebagai pembantaian terhadap anak-anak, wanita dan orang lanjut usia Palestina. Dia mengimbau Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang darurat untuk mencegat kekerasan tentara Israel.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya kemarin menaruh perhatian terhadap peristiwa " tragis " itu, sementara mengimbau Palestina dan Israel untuk menghentikan balas dendam dengan senjata dan memulihkan dialog politik.
|