|
http://news.xinhuanet.com/english/2006-11/19/content_5350159.htm
JERUSALEM, 19 Nov (Xinhua). PM Israel Ehud Olmert mengatakan pada hari Minggu bahwa PBB harus mengutuk militan-militan Palestina, bukannya Israel, mengenai kasus pembunuhan 19 orang Palestina di Jalur Gaza. Demikian dikatakan oleh koran Aharonot.
"Mereka yang selama ini menembak untuk melukai orang-orang sipil harus dikutuk," kata Olmert yang dikutip dalam sebuah rapat kabinet.
"Hanya mereka yang menutup mata dan hanya mengkotbahkan moral merasa bahwa (Israel) yang harus dikutuk," tambahnya.
Perdana Menteri juga menekankan bahwa pemerintahannya akan mendukung penuh Kekuatan Pertahanan Israel. "Seluruh pemerintah telah berkeyakinan penuh pada angkatan darat," katanya.
Mayoritas Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada hari Jumat mengambil sebuah resolusi untuk menghentikan serangan militer Israel di Jalur Gaza dan meminta agar tentaranya ditarik segera dari kawasan tersebut.
Resolusi itu disetujui oleh 156 suara dibandingkan dengan 7 suara yang menolaknya, dengan 6 abstain. Amerika, Israel, dan Australia adalah di antara negara-negara yang menolak resolusi itu.
Sebuah sesi darurat khusus diadakan atas permintaan delegasi-delegasi Arab dan NATO, yang mengikuti veto AS tentang draf resolusi yang disusun oleh negara-negara Arab bahwa PBB akan mengutuk serangan berdarah Israel di Gaza dan meminta penarikan segera tentara Israel dari sana.
|