Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-04-15 16:29:33    
Tekad dan Impian India Menoreh Prestasi Dalam Olimpiade

cri

Bicara soal Olimpiade dengan orang India, rasanya tak terlalu menggairahkan. Meskipun India adalah negara penduduk terbesar kedua di dunia, namun di arena Olimpiade India tidak begitu menonjol. Setelah ikut beraksi di pesta olahraga Olimpiade selama 70 tahun lebih, sejarah mencatat bahwa India hanya memperoleh delapan medali emas.

Minimnya prestasi India di Olimpiade tidak berarti bahwa orang India tidak tertarik terhadap dunia olahraga. Sebaliknya, India adalah ahlinya olahraga kriket dan hoki. Tim hoki putra India pernah berkali-kali memperoleh medali emas di Olimpiade selama periode tahun 1928 sampai 1956. Kemudian merebut lagi juara pada Olimpiade 1964 dan 1980. Kini, karena berbagai faktor prestasi tim hoki India menurun. Namun sampai sekarang orang-orang India masih mencintai olahraga hoki dan kriket dan kedua olahraga itu pun menjadi olahraga kebangsaan.

Di India, baik di metropolitan maupun desa terpencil, pemandangan sekelompok orang sedang bermain kriket mudah ditemukan. Baik pria atau wanita, lanjut usia ataupun anak-anak, bila mengobrol soal kriket, orang India selalu bersemangat. Tidak tahu nama pemimpin negara lain, itu mungkin saja terjadi. Tapi tidak tahu nama bintang pemain kriket India, itu adalah mustahil bagi orang India. Bila tim nasional kriket India mencetak prestasi mampu membuat seantero India ikut bergembira. Kalau tim nasionalnya gagal, seantero India bisa-bisa ikut merenungkan kegagalan itu.

Selain di India, kriket dimainkan pula di Inggris, Zimbabwe, Australia, Selandia Baru, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka. Meskipun orang India sabar menantikan olahraga kriket ikut dipertandingkan dalam Olimpiade, namun tercapainya terobosan prestasi India di arena Olimpiade merupakan impian segenap rakyat India.

Asal tahu saja, orang Asia pertama yang berpartisipasi dalam Olimpiade adalah orang India. Tahun 1900, saat Olimpiade Modern ke-2 diadakan di Paris, seorang kelahiran India bernama No Pucharichard yang sedang studi di Inggris ikut berpartisipasi dan berhasil meraih dua medali perak. Beberapa tahun ini, upaya pengembangan olahraga di India mengalami hambatan. Terbelakangnya upaya meningkatkan olahraga untuk jangka panjang di India menjadi kenyataan. Menurut statistik terkait, kini di India terdapat 50 juta orang yang pernah mengikuti olahraga atau pertandingan, sedangkan atlet yang memperoleh pelatihan langsung di Jawatan Olahraga India hanya berjumlah 130 ribu orang saja.

Meskipun demikian, merebut medali emas tetap menjadi impian rakyat India. Seorang jutawan India yang bernama Lakshmi Mittal yang berusia 57 tahun sedang berusaha menggapai impian tersebut. Sampai sekarang, ia telah menyumbang 10 juta dolar AS bagi program pelatihan para atlet agar mereka dapat meraih prestasi dalam Olimpiade. Dikatakannya, ada 10 atlet yang bernaung di bawah yayasannya akan berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing tahun ini.

Kini, tim atlet India yang akan berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing sedang rajin berlatih demi menambah daftar jumlah medali emas dalam catatan sejarah.