Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2008-08-22 14:59:06    
Dayron Robles Dambakan Tantangan Baru

cri

Dalam final 110 meter lari gawang putra Olimpiade Beijing, atlet Kuba, Dayron Robles tampaknya agak menyendiri karena kekurangan pesaing. Ketika Dayron Robles dengan prestasi 12,93 detik menyentuh garis finish, lahirlah juara baru Olimpiade, sedangkan riwayat hidup peraih medali emas Olimpiade itu ditambah warna yang cemerlang, dan akan menjadi titik tolak yang baru untuk menyongsong tantangan pada masa depan. Berikut laporan wartawan kami.

Seiring dengan pengumuman pembawa acara di lapangan, Robles naik ke podium juara, sprinter muda Kuba ini di luar dugaan sangat tenang dan berkepala dingin setelah mencapai puncak dunia. Dikatakannya setelah upacara pemberian hadiah,

'Meraih juara Olimpiade, saya sangat tenang. Sejak dimulainya pertandingan, saya sangat relaks, tapi juga selalu giat berlatih, maka setelah menang, saya tidak merasa terlalu gembira .'

Yang sanggup bersaing dengan Robles dalam final hanya segelintir sprinter saja, seperti newcomer atlet baru AS, David Payne dan David Oliver serta atlet terkenal Perancis, Doucoure Ladji. Ketika melakukan pemanasan di lapangan, Robles tampaknya sangat relaks dengan mengenakan T-shirt lengan pendek berwarna putih dan celana panjang merah serta sepatu olahraga putih. Ketika 7 sprinter lain yang ambil bagian dalam final telah berlatih start di lintasan lari, Robles masih duduk di kursi.

Setelah pistol aba-aba start berbunyi, start pertama Robles tidak begitu menonjol, tapi dengan mengandalkan perawakan dan teknik yang bagus, ia mulai memimpin setelah melewati gawang ketiga, dan dengan keunggulan relatif besar pertama menyentuh garis finish. Setelah melewati garis final, Robles mulai merayakan kemenangannya dengan menepuk-nepuk kepalanya sendiri. Meninjau proses pertandingan, Robles dengan rendah hati mengatakan,

'Persaingan kompetisi sangat sengit, adu kekuatan antara atlet yang unggul baru dapat ditentukan hingga gawang terakhir. Saya merasa kondisi saya sangat baik, tapi kondisi sprinter lainnya juga baik, maka mengalahkan lawan lainnya tidak mudah, saya kurang percaya diri.'

Robles tiba di Beijing sehari sebelum dibukanya Olimpiade, dan sesumbar akan merebut medali emas, targetnya ialah menciptakan rekor dunia, yaitu 12,86 detik. Prestasi terakhir Robles adalah 12,93 detik, meskipun tidak berhasil memecahkan rekor dunia, namun Robles berhasil mensabet medali emas. Robles berpendapat, ini merupakan konfirmasi terbesar terhadap karirnya yang susah payah di bidang lari gawang. Dikatakannya,

' Saya wajar merasa senang dapat mendulang medali emas, saya telah mengadakan pengorbanan yang sangat banyak dan menanggung penderitaan yang hebat. Karena beberapa tahun ini, saya selalu gagal meraih juara. Dalam Kejuaraan Atletik di Osaka dan Kejuaraan Atletik Dalam Ruangan di Valentia, saya tidak mencapai prestasi yang baik, dan merasa sangat sedih. Kali ini, saya akhirnya memperoleh medali emas Olimpiade.'

Yang tidak dapat disangkal ialah, final 110 meter lari gawang putra kali ini kekurangan partisipasi beberapa atlet unggul sehingga menurunkan daya tariknya dan menambah rasa menyendiri Robles. Usai pertandingan, Robles mengatakan sangat rindu kepada Liu Xiang, dan menyampaikan salam terbaik kepada " sprinter tercepat Tiongkok "yang sedang dihantui cedera serius. Dikatakannya,

'Saya tidak hanya atas nama pribadi tapi juga semua atlet mengatakan bahwa Liu Xiang adalah seorang sprinter lari gawang yang maha besar, juga satu pesaing yang luar biasa, di lintasan lari selalu merasakan kekuatan dan keunggulannya. Saya dengan tulus memujikannya cepat sembuh, karena saya mengetahui dengan jelas bagi seorang atlet, cedera adalah hal yang paling menderita, saya berharap ia dapat sedini mungkin kembali ke lintasan lari.'