Asal Usul Festival ‘Longtaitou’

2023-02-21 15:22:22  

“Tanggal 2 bulan 2 penanggalan Imlek, Longtaitou, cuaca baik berarti panen raya”. Tanggal 21 Februari bertepatan dengan tanggal 2 bulan 2 dalam penanggalan Imlek, saat itu Tiongkok menyambut festival ‘Longtaitou’ yag berarti ‘naga mengangkat kepala’.

Apa yang disebut sebagai ‘naga mengangkat kepala’ adalah Spica yang mewakili tanduk Naga Nilakandi Timur dalam sistem konstelasi Tiongkok yang perlahan-lahan terbit dari ufuk timur, dan menandakan datangnya musim bercocok tanam di musim semi. ‘Longtaitou’ adalah sebuah festival tradisional yang mempunyai makna penting dalam pertanian, cuaca semakin hangat, dan segala makhluk hidup menunjukkan vitalitasnya, pekerjaan bercocok tanam di musim semi dimulai secara teratur.


Tradisi makanan pun sangat menarik. Penduduk Beijing asli makan Chunbing, semacam roti yang berisi sayuran dan daging, juga disebut dengan ‘makan sisik naga’. Selain itu, makan mie juga disebut ’makan janggut naga’, makan pangsit disebut ‘makan telinga naga’, dan makan wonton disebut ‘makan mata naga’.


Tradisi perayaan ‘Longtaitou’ di bagian utara Tiongkok biasanya dikaitkan dengan tradisi makanan dan tarian naga, yang berhubungan dengan ‘naga’, berdoa agar banyak hujan; sementara di bagian selatan Tiongkok adalah ‘menyembah tanah’, ada tradisi menyembah Dewa Tanah.

Pada zaman dahulu, rakyat Tiongkok memandang ‘Longtaitou’ sebagai permulaan dari pekerjaan bercocok tanam dalam setahun, dan ingin memperoleh keberuntungan awal. Pepatah rakyat mengatakan, “tanggal 2 bulan 2 Imlek, Longtaitou, gudang besar penuh, gudang kecil membludak. Tiongkok Selatan menyembah Dewa Tanah dengan ritual yang berbeda, tapi maknanya tetap sama, yaitu berdoa agar cuaca baik dan memperoleh panen raya.


Memangkas rambut anak-anak pada hari ‘Longtaitou’ dianggap sebagai memangkas rambut untuk kebahagiaan, berdoa agar anak-anak tumbuh dengan sehat, sedangkan orang dewasa memangkas rambut berdoa agar mendapat keberuntungan dan kelancaran di tahun yang baru.