Pelestarian Hutan Mangrove dalam Proyek Sama Indonesia-Tiongkok

2024-03-25 11:03:38  

 

Penyanyi kebanggaan Indonesia Rossa baru-baru ini tampil dalam sebuah acara bertajuk "The Beauty of Shared Arts", yang ditayangkan di stasiun televisi CCTV-1 China. Dalam acara yang merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok untuk pelestarian alam dan budaya tersebut, Rossa berduet dengan penyanyi legendaris dari Tiongkok yang bernama Cai Guoqing. Mereka pun membawakan lagu Batak yang sangat populer di China, yaitu Sing Sing So.

 

Dalam acara tersebut, dua staf  perusahaan energi Tiongkok CHN Energy yang masing-masing berasal dari Tiongkok dan Indonesia, diundang untuk berbagi cerita menarik tentang perlindungan ekologi mangrove dalam proyek pembangkit listrik di Pulau Jawa, yang berada di bawah CHN Energy. Mereka bercerita bahwa kerja sama hijau antara Tiongkok dan Indonesia tidak hanya efektif membantu perekonomian lokal, namun juga membangun peradaban ekologis di mana manusia dan alam hidup berdampingan secara harmonis.

 

CHN Energy adalah perusahaan energi papan atas asal Tiongkok yang sudah terlibat secara mendalam dalam sejumlah proyek pembangkit listrik di Indonesia selama 18 tahun. Sejak 2007, CHN Energy melalui sejumlah PLTU, efektif meningkatkan pasokan energi lokal, memfasilitasi pembangunan ekonomi dan sosial, serta mempromosikan harmonisasi antara manusia dan alam. Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan CHN Energy melakukan sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah melindungi ekosistem alami bakau atau mangrove. Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara dengan luas mangrove terluas di dunia. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan hingga Desember 2021, luas mangrove Indonesia mencapai lebih dari 3,36 juta hektar atau setara dengan 20,37% dari total luas mangrove dunia. Namun sejak abad ke-19, hampir 1 juta hektar hutan mangrove di Indonesia telah hilang. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengambil serangkaian langkah untuk memperkuat perlindungan mangrove dan berupaya memulihkan 6 juta hektar mangrove pada tahun 2024. Untuk mencegah perusakan hutan bakau di kawasan PLTU yang dibangun CHN Energy, seperti PLTU Jawa-7, perusahaan melakukan perluasan  hutan mangrove menjadi 130.000 meter persegi. Kawasan mangrove tersebut kini 30 persen lebih luas jika dibandingkan kondisi sebelum proyek PLTU Jawa-7 dimulai.

 

Kerja sama Indonesia dan Tiongkok dilakukan di bawah kerangka "Belt & Road" pemerintah China yang terhubung dengan Strategi Poros Maritim Dunia yang dikedepankan oleh Indonesia, hendaknya didasari asas setara dan saling menguntungkan. Kerja sama Tiongkok dengan Indonesia tidak hanya sekedar membangun pembangkit listrik, jalur kereta api, atau jembatan, namun untuk benar-benar membantu masyarakat setempat memecahkan permasalahan pembangunan ekonomi dan membangun peradaban ekologis antara manusia dan alam yang harmonis, guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat kedua negara. Semoga kedepannya, perusahaan Tiongkok yang berkiprah di Indonesia dapat berpartisipasi lebih dalam bidang pelestarian lingkungan, sehingga terjadi keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, yang merupakan faktor penting dalam proses pembangunan berkelanjutan.