PM Israel: Tidak Akan Setujui Persetujuan yg ‘Memaksanya Menyelesaikan Perang dengan Hamas’

2024-05-02 10:25:18  

Kantor Perdana Menteri Israel dalam penerangannya pada tanggal 1 Mei kemarin mengatakan, PM Benjamin Netanyahu dalam pertemuanya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken di Jerusalem kemarin menunjukkan, Israel tidak akan menyetujui persetujuan yang ‘memaksanya menyelesaikan perang dengan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas)’.

Blinken dalam pertemuan tersebut menyatakan, AS tidak mendukung Israel melancarkan serangan darat besar-besaran kepada Rafah. Penerangan tersebut dengan mengutip kata Blinken menyatakan, “Apabila tidak ada rencana pelindungan rakyat setempat, jadi AS menentang Israel mengambil aksi militer di Rafah.” Menanggapi perkataan Blinken, Netanyahu mengatakan, aksi militer tentara Israel di Rafah tidak memiliki ‘prasyarat’.

Sebelum mengadakan pertemuan dengan Presiden Israel, Antony Blinken mendesak Israel dan Hamas mencapai persetujuan gencatan senjata. Dikatakannya Hamas harus bertanggung jawab atas gagal tercapainya  persetujuan tersebut.

Sejak Oktober 2023, Tentara Israel melakukan serangan darat dari Utara ke Selatan di Jalur Gaza, kini perang sudah tersampai kota Rafah. Netanyahu kini mengizinkan tentara Israel melancarkan aksi darat di Rafah, baru-baru ini pihaknya menambah serangan udara di Rafah. Masyarakat internasional pada umumnya menentang tentara Israel yang menyerang Rafah, dan mengkhawatir bahwa aksi tersebut akan mengakibatkan Jalur Gaza terjerumus dalam krisis kemanusiaan yang lebih serius.