Qatar, Mesir dan AS kemarin (1/6) mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa sebagai negara penengah perundingan gencatan senjata di Gaza, untuk mendorong gencatan senjata di Jalur Gaza dan pembebasan orang-orang yang ditahan, ketiga negara bersama-sama menyerukan Hamas dan Israel menetapkan perjanjian gencatan senjata final, di atas dasar rancangan perjanjian yang telah diumumkan.
Menurut sumber dari Kemlu AS, Menteri Luar Negeri AS Blinken kemarin melakukan hubungan telepon dengan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah, Menteri Luar Negeri Mesir Shoukry, dan Perdana Menteri Qatar Mohammed untuk membahas proposal perdamaian abadi di Jalur Gaza. Dilaporkan bahwa usulan yang dibahas mereka mencakup pencapaian gencatan senjata komprehensif di Jalur Gaza, memastikan pembebasan semua orang yang ditahan dan meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.