Permintaan durian pasar Tiongkok makmurkan Asia Tenggara

2024-07-07 09:50:27  

Sebagai salah satu pasar konsumsi terbesar di dunia, Tiongkok menjadi daya tarik besar bagi produsen barang konsumsi global, termasuk produk buah segar. Prospek buah-buahan Asia Tenggara di Tiongkok sangat menjanjikan, terutama buah durian segar.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan pasar Tiongkok terhadap durian Asia Tenggara sangatlah tinggi, hal ini secara langsung mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan penghasilan masyarakat di negara-negara Asia Tenggara.

Mulai 25 Juni 2024, durian segar Malaysia diizinkan masuk ke pasar Tiongkok. Sebelumnya, Tiongkok hanya mengimpor durian segar dari tiga negara, yaitu Thailand, Vietnam, dan Filipina. Di antara ketiga negara tersebut, durian Thailand menyumbang proporsi terbesar.

Pada tahun 2023, Tiongkok mengimpor sekitar 920.000 ton durian segar dari Thailand, dengan nilai total sekitar US$4,566 miliar, menyumbang 65,15% dari total impor durian segar Tiongkok. Besarnya permintaan di pasar Tiongkok secara langsung mendorong pesatnya perkembangan ekonomi durian di Asia Tenggara.

Sebuah laporan di New York Times pada bulan Juni menyatakan bahwa sektor buah durian telah meningkatkan kemakmuran masyarakat di Asia Tenggara dan mengubah lanskap lokal. 

Data menunjukkan bahwa ekspor durian Asia Tenggara ke Tiongkok mencapai US$6,7 miliar pada tahun 2023, meningkat 12 kali lipat dari tahun 2017. Tren ini tidak hanya mendorong kemakmuran industri penanaman durian, tetapi juga mendorong pengembangan rantai industri terkait, seperti pengemasan, logistik, pengolahan dan lain-lain, sehingga menciptakan banyak lapangan kerja lokal dan meningkatkan tingkat pendapatan penduduk.

Di Prachuap Khiri Khan, sebuah provinsi penghasil durian di bagian tenggara Thailand, transformasi yang didatangkan oleh perekonomian durian sangatlah signifikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi Prachuap Khiri Khan melakukan pembangunan secara masif. Sejumlah perumahan modern, rumah sakit dan pusat perbelanjaan telah dibangun, perusahaan pengemasan durian juga mulai menjamur, ini merupakan manfaat yang didapatkan dari perkembangan sektor buah durian.

Taraf hidup petani lokal semakin meningkat dengan menanam durian, tidak sedikit dari mereka membeli mobil secara tunai.

Sebagai salah satu produsen durian penting di dunia, potensi durian Indonesia untuk memasuki pasar Tiongkok sangatlah besar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia berharap dapat meningkatkan pangsa durian di pasar Tiongkok hingga 40%."Jika target ini berhasil dicapai, pasti banyak usaha kecil, menengah, dan mikro di Indonesia yang akan merasakan manfaatnya."

"Kebebasan Durian" adalah salah satu representasi dari kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dengan negara-negara lain di dunia melalui perluasan keterbukaan. Tekad Tiongkok terhadap pembangunan berkualitas tinggi dan keterbukaan tingkat tinggi terhadap dunia luar tidak hanya memberi stimulasi baru bagi pembangunan ekonomi Tiongkok, namun juga membawa peluang baru bagi negara-negara di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus mengoptimalkan lingkungan bisnisnya, dengan memberlakukan Undang-Undang Penanaman Modal Asing, memangkas Daftar Negatif Investasi Asing, dan berintegrasi dengan aturan ekonomi dan perdagangan international yang berstandar tinggi, hasilnya adalah keterbukaan yang semakin luas.

Tidak hanya itu, Tiongkok juga membangun zona percontohan perdagangan bebas dalam memperluas keterbukaannya, sehingga memberikan kontribusi penting bagi perdagangan global.

Tiongkok juga secara aktif mrnyelenggarakan sejumlah pameran berkala international seperti Pameran Ekspor Impor Internasional Tiongkok dan Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok, semuanya merupakan bukti nyata dari tekad Tiongkok untuk memperluas keterbukaan dan mempererat kerja sama dengan dunia internasional.

Reformasi dan keterbukaan Tiongkok telah berlangsung selama beberapa dekade. Selama puluhan tahun, masyarakat Tiongkok telah menyaksikan transformasi besar -besaran dari ketertutupan menjadi keterbukaan, dan telah merasakan manfaat nyata dari keterbukaan tersebut.

Banyak sekali gebrakan yang dilakukan Tiongkok dalam upaya reformasi dan keterbukaan, misalnya membentuk zona ekonomi khusus, bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia, menjadi tuan rumah Olimpiade hingga mengusulkan pembangunan "Belt and Road".

Dengan membangun Inisiatif "Belt and Road", Tiongkok tidak hanya memperkuat konektivitas serta kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara di sepanjang jalur tersebut, namun juga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Jaringan Kereta Api Tiongkok-Laos merupakan proyek penting dalam kerja sama "Belt and Road" yang berkualitas tinggi. Kereta barang internasional Lancang-Mekong Express yang beroperasi antara Tiongkok dan Laos mencatat total 400 perjalanan selama dua tahun terakhir, yang mencakup 12 negara mitra "Belt and Road" termasuk Laos, Thailand, Vietnam, dan Myanmar, serta 31 provinsi dan kota di Tiongkok.

Kereta Api Tiongkok-Laos telah meningkatkan efisiensi pengaangkutan durian dari negara Asia Tenggara ke Tiongkok. Sebelum jalur kereta api Tiongkok-Laos dibangun, dibutuhkan waktu sekitar 7 hari untuk mengekspor durian dari Thailand ke Kunming, Yunnan melalui jalur laut dan sekitar 5 hari melalui jalur darat. Tapi setelah jalur kereta api beroperasi, seluruh proses pengangkutan dipersingkat menjadi hanya 3 hari .

Keterbukaan pintu Tiongkok bagi dunia luar secara otomatis akan mempererat kerja samanya dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Dalam prosesnya, keterbukaan Tiongkok tidak hanya akan memberi keuntungan sepihak bagi Tiongkok, namun juga akan mendatangkan keuntungan timbal balik bagi negara-negara lain di dunia.