|

Patung Kuan Im Seribu Tangan dan Seribu Mata di Kuil Longxing sangat besar, tingginya 21 meter lebih. Tentang pembuatan patung itu, ada pula cerita yang menarik. Konon, ketika patung Buddha itu dibuat, karena patung terlalu tinggi, cairan tembaga sudah dingin ketika dinaikkan sampai bagian pundak patung sehingga pengecoran tidak dapat dilakukan. Maka para tukang mencoba suatu cara pengecoran yang baru. Pemandu wisata Li Na menjelaskan,"Berhubung cairan tembaga sudah dingin dan membeku ketika dinaikkan sampai bagian pundak patung, para tukang sedang kehabisan akal. Pada saat itu, tiba-tiba datang seorang lanjut usia yang jenggotnya sudah putih. Lalu, para tukang bertanya kepada orang tua itu, apakah ada cara yang lebih baik? Jawab orang tua itu, saya juga tidak punya akal yang lebih bagus, saya tidak lain seorang tua renta ibarat sudah tertimbun tanah sampai di leher. Setelah berucap, pergilah orang tua itu. Tapi perkataannya telah membuka pikiran para tukang. Dengan perkataan lain, mereka bisa menggunakan cara menumpuk tanah setinggi pundak patung, lalu tembaga dicairkan di atas tumpukan tanah itu untuk mengecor bagian kepala patung."
Padahal, patung Kuan Im Seribu Tangan Dan Seribu Mata yang sebenarnya tidak betul-betul mempunyai seribu tangan dan seribu mata. Patung tersebut mempunyai 42 tangan, selain dua tangan yang bertangkup di depan dada, selebihnya ada yang memegang alat-alat sakti seperti matahari, bulan, panah, pedang dan sebagainya, seperti sayap yang terbuka, menunjukkan kekuatan untuk menyelamatkan masyarakat luas. Di dahi Kuan Im ada tiga mata, yang mengandung makna mengetahui berbagai macam sebab dan akibat masa lalu, sekarang dan masa depan. Patung Kuan Im itu sangat besar, perbandingan berbagai bagian sangat serasi, tampak kihitmad dan agung, membuat orang yang melihat sulit melupakannya.
Patung Kuan Im berwarna itu mengenakan mahkota kuning keemas-emasan, parasnya indah, anggun dan pengasih penyayang, pandangan mata sedikit ke bawah, mimiknya santai dan tenang. Kaki sebelah kiri menginjak bunga teratai, melambangkan kesucian seperti bunga teratai yang keluar dari lumpur tapi tetap bersih. Kaki sebelah kanan agak terangkat ke atas ujungnya, melambangkan kebaikan dan kemujuran. Konon, patung itu adalah perpaduan wanita cantik dalam realitas dan gambar Kuan Im. Periset Akademi Ilmu Sosial Shijiazhuang, Liang Yong mengatakan,"Ini adalah perpaduan yang sangat baik antara Kuan Im dan manusia di dunia, merupakan sebuah patung dewa yang berasal dari kehidupan. Patung ini mempunyai kedudukan sangat penting dalam seni pematungan agama Buddha."
1 2 3
|