Konektifitas Dorong Kerja Sama “Belt and Road”

2019-04-23 10:47:34  

Kantor Pimpinan Tiongkok untuk Mendorong Kerja Pembangunan “Belt and Road” kemarin (22/4) memublikasikan laporan yang berjudul “Inisiatif Pembangunan Bersama “Belt and Road”: Kemajuan, Kontribusi dan Prospek” di Beijing.

Menurut laporan itu, hingga akhir Maret lalu, dengan 125 negara dan 29 organisasi internasional Tiongkok telah menandatangani 173 dokumen kerja sama terkait pembangunan bersama “Belt and Road”, pembangunan bersama “Belt and Road” saat ini telah menjulur terus hingga Afrika, Amerika-Latin dan kawasan Pasifik Selatan.

Di bidang konektifitas infrastruktur, kereta api Tiongkok-laos, kereta api Tiongkok-Thailand, kereta cepat Jakarta-Bandung dan kereta api Hungaria-Serbia sedang dipercepat, proyek pelabuhan Gwadar, pelabuhan Hanbantota dan pelabuhan Piraeus pun berjalan lancar.

Kerja sama ekonomi dan perdagangan merupakan konten penting bagi “Belt and Road”. Menurut statistik, dari 2013 hingga 2018, nilai impor ekspor Tiongkok dengan negara-negara “Belt and Road” melampaui US$ 6 triliun. Di bawah kerangka kerja sama “Belt and road”, Tiongkok meningkatkan kekuatan bantuan pembangunan infrastruktur dengan negara-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika latin. Menurut riset Bank Dunia, pembangunan bersama “Belt and Road” telah menambahkan 2,3% hingga 3,9% kepada produk domnestik bruto negara-negara berkembang di Asia Timur dan negara Kepulauan Pasifik.

Tiongkok menyatakan, ke depan, konektifitas akan terus  dititkberatkan, dengan besar-besar meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di bidang pembangunan jalan raya, kereta api, pelabuhan, penerbangan, tenaga listrik. Sementara itu Tiongkok akan terus memperdalam memang bersama dengan negara-negara terkait “Belt and Road”, demi memperluas skala perdagangan dan investasi bilateral.

Komentar
谢晓裕