Ekonomi Digital Berperan Lebih Besar di Tengah Penularan Wabah

2020-02-03 10:30:47  

Di tengah merebaknya wabah virus corona jenis baru, pemerintah Tiongkok telah mengambil tindakan yang ketat untuk mengurangi pergerakan dan kerumunan warga di tempat publik demi mencegah penularan wabah semaksimal mungkin. Sejalan dengan pelaksanaan langkah-langkah tersebut, gejala membeludaknya warga di toko-toko, restoran, sinema dan taman tidak terjadi, keramaiannya diganti dengan kesepian yang mustahil terjadi selama liburan panjang Tahun Baru Imlek pada tahun-tahun sebelumnya. Fenomena tersebut memang telah mengundang kekhawatiran masyarakat terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Faktanya ialah, di zaman sekarang, ekonomi internet sudah semakin berkembang menjadi salah satu dominan dalam perekonomian dunia, sehingga kita bisa bekerja, belajar atau bahkan melakukan konsumsi di rumah tanpa harus menginjakkan kakinya ke luar rumah. Apa lagi di tengah penularan wabah saat ini, ekonomi digital semakin menjadi pilar penting yang menjamin operasional normal ekonomi dan sosial Tiongkok.

Nyonya Han beserta anggota sekeluarganya adalah salah satu contoh tipikal. Sejak terjadinya penyebaran wabah virus corona, Nyonya Han dan keluarganya tiap hari bertahan di rumah. Bahan-bahan pokok seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya dibeli oleh Nyonya Han melalui toko Online. Suaminya membiasakan diri dengan permainan game atau menonton sinetron melalui aplikasi ponsel. Adapun anak perempuannya tidak ketinggalan kuliahnya karena mata pelajarannya dapat diakses di komputer.

Kehidupan Nyonya Han beserta suami dan anaknya ibarat miniatur perkembangan ekonomi digital Tiongkok saat ini. Menurut data resmi, pada 2012 hingga 2018, volume ekonomi digital Tionkgok naik dari 11,2 triliun yuna menjadi 31,3 triliun yuan RMB, dengan proporsinya dari produk domestik bruto (PDB) dari 20,8 persen menjadi 34,8 persen, yang menempati urutan kedua di dunia. Sejak terjadinya wabah virus corona, ekonomi digital telah memperlihatkan fungsi dan peran yang semakin menonjol.

Menghadapi wabah, jaringan logistik dan prasarana infrastruktur Tiongkok yang kuat tetap beroperasi lancar untuk menjamin pengiriman normal barang-barang dibelanjakan secara Online. Sejak 2014, jasa pengiriman ekspres Tiongkok terus menempati peringkat pertama di dunia untuk 6 tahun secara berturut-turut. Di tengah merebaknya wabah, tidak sedikit pengirim atau pengantar tidak libur malah terus menyediakan jasa pengiriman seperti di hari-hari sebelumnya. Fasilitas penerimaan paket pengiriman yang memudahkan pelanggan untuk mengambil paket secara independen juga telah memainkan peranan penting. Sebanyak 800 ribu unit fasilitas serupa akan diaktifkan pada tahun ini untuk mengurangi kontak langsung antar pengirim dengan para penerima paket atas pertimbangan menjaga kesehatan publik masyarakat.

王伟光