Benang di tangan seorang ibu yang penuh kasih,
tengah membuatkan pakaian untuk anaknya yang akan pergi jauh.
Dijahit dengan seksana dan hati-hati sebelum anaknya berangkat ,
risau jika si anak terlambat pulang.
Namun siapa yang berkata tunas rumput seinci
dapat membalas cahaya satu musim semi?
Demikian puisi “Nyanyian Sang Pengembara” yang dibacakan oleh Presiden Xi Jinping di depan pertemuan silaturahmi Tahun Baru Imlek 2015.
Orang yang paling baik hati di dunia adalah orang tua,
Orang yang paling berbakti adalah seorang anak.
Keselamatan dan kebahagiaan anak merupakan kebahagiaan paling besar bagi seorang ibu. Dalam harapan ibu Qi Xin kepada Xi Jinping, masih terdapat tanggung jawab terhadap negara dan rakyat. Perkataan dan tingkah laku ibunya telah mempengaruhi Xi Jinping dan memberi banyak manfaat kepadanya.

Kata Xi Jinping, " Waktu itu saya bilang, alangkah sakitnya membuat tato di punggung, tapi ibuku menjawab, pasti sakit, tapi akan teringat dalam lubuk hati.” Sejak itu, berbakti kepada tanah air telah menjadi cita-cita luhur yang selalu ia usahakan seumur hidupnya.

2. Qi Xin selalu menjaga kebiasaan hidup sederhana, tidak pernah menikmati perlakuan istimewa hanya karena dirinya istri Xi Zhongxun. Anak-anak selalu menginap di sekolah, dan rumah mereka tidak ada pembantu rumah tangga. Dia tidak pernah berpikir untuk mengganti pekerjaan ke tempat yang lebih dekat ke rumahnya sendiri dengan memanfaatkan jabatan suaminya. Hanya pernah sekali mengikuti kegiatan diplomasi dengan status sebagai istri Wakil Perdana Menteri. Meskipun berada dalam masa tersulit, Qi Xin selalu membayar iuran PKT tepat pada waktunya.

3. Keluarga Xi selalu memelihara tradisi pengajaran yang ketat kepada generasi muda, hidup sederhana dan berhemat. Meskipun pekerjaan sehari-hari sangat berat, Qi Xin selalu giat bekerja dan tidak melalaikan tugasnya. Dengan ibunya sebagai teladan, sampai sekarang Xi Jinping tetap menjaga kebiasaan hidup sederhana dan pragmatis.

4. Sewaktu masih muda, ketika Xi Jinping diberikan tugas bertani di sebuah desa di Provinsi Shaanxi, dia diberi sebuah dompet berisi peralatan jahit yang disulam dengan huruf-huruf berwarna merah. Hati seorang ibu! Selama bekerja di desa Liangjiahe, Xi Jinping tidak pernah mengecewakan harapan ibunya. Dia menjalin persahabatan yang mendalam dengan para petani di Provinsi Shaanxi Utara dalam kehidupannya di desa tersebut selama 7 tahun.
Ketika akan meninggalkan Liangjiahe, dompet jahit ini diberikan oleh Xi Jinping kepada tetangganya Zhang Weipang sebagai cendera mata. Seperti yang dikatakannya, “Tubuh saya pergi, tapi hati saya masih berada di sini. ” Liangjiahe telah menjadi tempat titik permulaan Xi Jinping dengan tujuan awalnya.

5. Pada Musim Semi tahun 2001, Ibu Qi Xin pernah berkontak telepon dengan Xi Jinping yang menjabat sebagai Gubernur Provinsi Fujian pada waktu itu. Pada Tahun baru Imlek 2001, Xi Jinping tidak bisa bereuni dengan keluarganya karena sibuk bekerja. Tapi Ibunya malah merasa senang: “Asalkan kamu bekerja dengan baik, itu sudah merupakan bakti terbesar kepada ayah dan ibu, adalah tanggung jawab terhadap keluarga dan dirimu sendiri.”

6. Di atas rak buku Xi Jinping, terlihat banyak foto bersama dirinya dengan keluarga. Salah satu yang menunjukkan momen hangat yaitu foto saat Xi Jinping bergandengan tangan dengan ibunya berjalan-jalan di taman. Xi Jinping sangat berbakti kepada ibunya. Terkadang setelah makan bersama dengan ibu, ia akan menggandeng tangan ibunya dan berbincang-bincang dengan ibunya sambil berjalan-jalan di taman.