
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian kemarin (14/5) di depan jumpa pers di Beijing menyatakan, situasi tidak masuknya kawasan Taiwan ke Sidang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diakibatkan Partai Progresif Demokratik (DPP), pihaknya tahu persis tenang seluk-beluk hal ini.
Dikabarkan, seorang juru bicara Kongres AS baru-baru ini menganggap, Direktur Jenderal WHO Tendros berhak mengundang kawasan Taiwan sebagai pengamat, pihak AS menghimbau dia bertindak begitu. Masih ada komentar yang menyatakan, bahwa Tiongkok tidak mengizinkan kawasan Taiwan masuk ke Sidang WHO hanya karena DPP berkuasa, inilah mempolitiasasi masalah itu.
Ketika menjawab pertanyaan tersebut, Zhao Lijian menunjukkan: “Di dunia ini hanya terdapat satu Tiongkok. Kawasan Taiwan adalah wilayah Tiongkok yang tak dapat dipisahkan. Sejak DPP berkuasa, pihaknya bersikeras memegang status separatis Taiwan Merdeka, menolak mengakui fakta yaitu kedua tepi Selat termasuk satu Tiongkok, sehingga mengakibatkan kehilangan dasar politik bergabungnya kawasan Taiwan Tiongkok ke WHO. Dasar ini diakibatkan secara sepihak oleh DPP, situasi tidak masuknya kawasan Taiwan ke WHO pun diakibatkan oleh PPD. Pihak DPP tahu persis terhadap hal tersebut. Dalam keadaan mayoritas angggota WHO menentang Taiwan masuk, maka wajarlah Dirjen WHO pun tidak bisa mengeluarkan undangan. ”
Zhao Lijian mengatakan, Sidang WHO ke-73 bakal digelar dari 18 hingga 19 Mei. Terpengaruh oleh pandemi COVID-19, konfereni akan digelar via video online.
Sebelumnya Swaziland dan Nicaragua telah mengajukan usulan untuk “mengundang Taiwan sebagai pengamat untuk menghadiri sidang WHO”. sejumlah negara pun aktif mendorong sidang WHO membahas usulan ini.
Mengenai hal tersebut, Zhao Lijian menyatakan, dengan prasyarat Satu Tiongkok, pemerintah pusat Tiongkok telah memberikan pengaturan yang layak tentang partisipasi kawasan Taiwan dalam urusan kesehatan global, untuk menjamin pihaknya dapat secara tepat waktu dan efektif menangani peristiwa kesehatan umum yang terjadi di dalam pulau maupun interansional. Di kawasan Taiwan tidak ada masalah “celah pandemi global”. Zhao Lijian menambahkan, sejumlah negara bersikeras membahas usulan terkait Taiwan, tujuannya hanya mengintervensi prosedur sidang, merusak kerjasama pencegahan pandemi global, tindakan itu pasti akan mengundang tentangan tegas dari masyarakat internasional termasuk Tiongkok.