
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pernyataanya hari Senin lalu (29/6) mengatakan, seiring dengan pendorongan Tiongkok dalam penyusunan Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong, AS mulai hari Senin lalu menghentikan ekspor perlengkapan pertahanan negara terhadap Hong Kong, sekaligus mengadakan pembatasan terhadap ekspor teknologi pertahanan negara dan teknologi militer dan sipil terhadap Hong Kong dan Daratan Tiongkok. Menghadapi diberlakukannya UU Keamanan Nasional Hong Kong dan keinginan rakyat Hong Kong, Pompeo yang selalu mengklaim berdiri bersama dengan rakyat Hong Kong dengan tergesa-gesa menampakkan tampang kejinya dan mencoba menghalangi perkembangan Hong Kong dengan mengenakan sanksi dan mengikat Tiongkok. Akan tetapi, intrik Pompeo dan pengikutnya untuk mengacaukan Hong Kong terus gagal bagaikan semut ingin menumbangkan pohon raksasa.
Semakin banyak fakta menunjukkan, pihak AS justru adalah biang keladi dalam gejolak revisi regulasi Hong Kong. Bantuan Nasional untuk Demokrasi AS (NED) yang didirikan berdasarkan legislasi Kongres selalu mencampuri urusan Hong Kong selama bertahun-tahun. Pompeo sebagai bekas kepala intelijen berulang kali dengan terang-terangan menemui perusuh Hong Kong untuk menyemangati kegiatan kekerasan teroris. Kini, para perusuh Hong Kong kocar-kacir, Pompeo tampil sendiri dan mendorong pengenaan sanksi terhadap Hong Kong dan ini mengungkapkan bahwa dirinya adalah sekutu perusuh Hong Kong.
Akan tetapi, biar bagaimana pun Pompeo dan pengikutnya berusaha mati-matian, semua itu hanya merupakan lelucon politik, dan kaum perusuh Hong Kong yang didukungnya sudah bubar terlebih dahulu. Sanksi AS terhadap Hong Kong juga merupakan perbuatan menyiksa diri yang merugikan diri sendiri dan sama sekali tidak dapat mengganggu kemakmuran dan perkembangan Hong Kong di masa depan.
Apa yang disebut sanksi yang direncanakan Pompeo dan pengikutnya tengah dihanyut oleh keinginan rakyat Hong Kong dan keyakinan pasar Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong. Terhitung sampai hari Selasa kemarin pukul 11.00, kegiatan pengimbauan “menentang intervensi AS dan kekuatan asing lainnya” di internet yang dilancarkan “Front Bersama Berbagai Kalangan Hong Kong untuk Mendukung Undang-undang Keamanan Nasional” berhasil mengumpulkan tanda tangan 1,55 juta warga Hong Kong. Baru-baru ini, “saham konsep Tiongkok” dipasarkan dan mendapat sambutan para investor sehingga indeks PMI Hong Kong naik dengan nyata dan menciptakan rekor tertinggi selama 4 bulan ini.
Masa depan dan nasib Hong Kong selalu berhubungan erat dengan tanah air, dan mutlak tidak akan berubah karena adanya tekanan dari dunia luar. Kini, cadangan devisa asing Hong Kong memadai dan kondisi ekonomi dan fiskal terus menunjukkan momentum baik dalam jangka panjang, ditambah diberlakukannya Undang-undang Keamanan Naisonal di Hong Kong, itu akan membuat para perusuh Hong Kong menggigil ketakutan, dan Hong Kong ke depan akan menyongsong perkembangan yang besar.