Mereka, di dalam mata orang tua, masih anak-anak. Dalam hati kaum muda, mereka adalah kakak yang gagah, dan di dalam hati rakyat jelata, mereka adalah prajurit yang siap menolong.
Di Tiongkok, mereka diberikan predikat “sosok tercinta”, “prajurit rakyat”, dan “Tembok Besar Besi Baja”. Baik menjaga negara maupun melindungi perbatasan, baik melawan wabah Covid-19 maupun menanggulangi bencana, mereka selalu adalah kekuatan penting untuk melindungi keamanan rakyat dan tanah air.
Di luar negeri, mereka bergabung dalam pasukan “baret biru” dan bertugas di 7 lokasi misi pemeliharaan perdamaian PBB, berperan sebagai kekuatan tegas untuk memelihara perdamaian dunia.
Nama mereka adalah Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA). Hari lahir mereka adalah tanggal 1 Agustus 1927. Hari ini adalah HUT mereka.








Pada hari yang damai, mereka tidak menarik sorotan masyarakat, seragamnya yang berwarna hijau juga tampaknya biasa-biasa saja. Pada saat masyarakat hidup bahagia, siapa pun tidak memperhatikan mereka, dengan lencana merah pada seragamnya berkelap-kelip di tempat nan jauh. Akan tetapi, pada saat ketika terjadi krisis, mereka akan tampil di samping rakyat, menjadi pelindung masyarakat.

Prajurit wanita dalam foto di atas adalah staf Universitas Kedokteran Militer Angkatan Darat Tiongkok, Wu Yali. Pada malam pergantian Tahun Baru Imlek yang merupakan hari reuni keluarga, dia menerima perintah untuk bergabung dalam tim medis yang siap diberangkatkan ke Wuhan, garis terdepan penanggulangan wabah virus corona.
Jangan menangis, anak. Ibu akan berangkat untuk membantu lebih banyak orang. Adegan perpisahan prajurit wanita dengan anaknya tersebut sempat menyentuh hati setiap warganet.
Dengan pertolongan sekuat tenaga selama 14 hari oleh Wakil Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Komando Teater Tengah, Chen Ying beserta rekannya, seorang wanita yang terinfeksi Covid-19 dengan selamat melahirkan seorang bayi, dan bayinya tidak terinfeksi virus corona.


Akademisi Chen Wei, adalah pakar epidemiologi dan mikrologi Tiongkok, juga adalah seorang jenderal wanita. Pada tahun 2003, dia bertugas ke 83 rumah sakit untuk mengobati SARS di Tiongkok, dan obat anti virus yang dikembangkan timnya memainkan peranan kunci dalam melawan SARS. Pada tahun 2014, di garis depan melawan Ebola di Afrika Barat, dia dan timnya mewujudkan terobosan dalam uji coba klinis vaksin yang dikembangkan mandiri Tiongkok di luar negeri, dan dipuji masyarakat setempat sebagai pahlawan Pada tahun 2020, vaksin Covid-19 yang dikembangkan timnya meloloskan evaluasi dan secara resmi memasuki tahap uji coba klinis, yang sempat memberi harapan kepada masyarakat.
Pada Juli 2020, bagian Selatan Tiongkok terus diguyur hujan lebat yang mengakibatkan bencana banjir. Sebanyak 33 ribu lebih tentara PLA, pasukan kepolisian bersenjata dan bala cadangan berjuang di garis depan di Anhui, dengan sekuat tenaga menjaga keselamatan jiwa dan harta benda rakyat.
Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas. Tiada yang mundur walaupun luka ringan maupun berat di tengah perjuangan menanggulangi banjir.




Pengguna internet Tiongkok pernah berkomentar: Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok berarti andalan mutlak, kepercayaan mutlak dan kemenangan mutlak.
Pada tanggal 1 Agustus 2017, Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan Perayaan HUT ke-90 Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengatakan, tentara rakyat berurat berakar di tengah masyarakat. Kekuatan perang rakyat berasal dari kekuatan rakyat yang mulia. Tentara hendaknya selalu mendahulukan rakyat dan selalu ingat tanggung jawab suci yaitu berjuang untuk rakyat, dengan tegas menjaga kehidupan rakyat secara damai.
Sejak mengirim pengamat militer gelombang pertama pada 1990, secara akumulatif Tiongkok telah mengerahkan 40 ribu tentara untuk misi pemeliharaan perdamaian, menjadi salah satu negara dengan pengiriman pasukan dan pemberian dana terbanyak untuk aksi pemeliharaan perdamaian PBB. Kini terdapat 2500 lebih milisi Tiongkok yang sedang berpartisipasi dalam pemeliharaan perdamaian, masih terdapat 8 ribu orang yang siap siaga untuk misi pemeliharaan perdamaian. Selama 30 tahun lalu, pasukan pemelihara perdamaian Tiongkok telah membawa perdamaian dan harapan kepada rakyat yang tertimpa bentrokan dan api perang, menjadi kekuatan pembela perdamaian yang perkasa.

Pada tanggal 23 April 1992, atas permintaan PBB, Tiongkok mengirim pasukan zeni yang terdiri dari 400 prajurit dan perwira ke Kamboja atas mandat PBB. Ini merupakan pasukan baret biru perdana yang dikirim pemerintah Tiongkok untuk mengikuti aksi pemeliharaan perdamaian PBB.

Di rumah sakit persahabatan Sierra Leone-Tiongkok, dokter militer Tiongkok mengangkut sampel hidup virus Ebola dalam lingkungan yang sangat bahaya.
Selama 30 tahun ini, secara akumulatif pasukan pemelihara perdamaian Tiongkok membangun dan memperbaiki jalan sepanjang 15 ribu kilometer dan 300 lebih jembatan, menyapu ranjau darat serta bahan ledakan lain sebanyak 10 ribu lebih buah, mengangkut bermacam material melebihi 1,3 juta ton, jarak transportasinya sepanjang 13 juta kilometer, merawat sebanyak 200 ribu pasien, menyelesaikan tugas antara lain patroli, pengawalan, penggeledahan kamp pengungsi, pengawasan, penyelidikan dan perundingan. Kualitas Tiongkok, Standar Tiongkok dan Kecepatan Tiongkok diapresiasi oleh PBB dan komunitas internasional. Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm dalam laporannya mengatakan, pasukan pemelihara perdamaian Tiongkok adalah pasukan yang paling profesional, paling efisien dan paling terlatih dan paling disiplin.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, Tiongkok selalu adalah pembangun perdamaian dunia, penyumbang perkembangan global dan pemelihara tata tertib internasional. Tentara Tiongkok selalu adalah kekuatan tegas untuk memelihara perdamaian dunia. Tentara Tiongkok akan seperti di waktu yang sudah-sudah terus mengadakan komunikasi dan kerja sama di bidang militer, bersama-sama menangani tantangan keamanan global, dengan positif melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban yang setara dengan status internasional Tiongkok, memberi kontribusi demi mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.