Hirup Kopi Pahit, Kenyam Kehidupan Bahagia

2020-09-18 09:50:51  

Kopi yang cita rasanya sedikit pahit tapi harum adalah salah satu dari tiga minuman utama yang sangat populer di seluruh dunia. Bagi kaum tani di Xinglong, Kota Wanning, Provinsi Hainan, tanaman kopi adalah sumber yang membawa khazanah dan membantu mereka menempuh kehidupan bahagia.

 

Hirup Kopi Pahit, Kenyam Kehidupan Bahagia_fororder_xk1

Kopi Xinglong adalah produk pertanian tipikal Kota Wanning, sekaligus produk unggul yang mendapat predikat “Indikasi Geografis Nasional”. Pada 1954, kebun tanaman Xinglong yang diselenggarakan oleh para perantau Tionghoa yang kembali ke tanah air dari Asia Tenggara mengimpor benih kopi robusta (Coffea canephora) dari Malaysia dan memulai usaha penanaman dan pengolahan Kopi Xinglong. Merek Kopi Xinglong pun melambung dan terpopuler di masyarakat. Pada waktu itu, banyak pemimpin negara, antara lain, Mendiang Perdana Menteri Zhou Enlai telah memberikan penilaian tinggi kepada kopi Xinglong. Presiden Xi Jinping juga berkali-kali menyinggung kopi Xinglong dan memberikan arahan agar merek Kopi Xinglong dikembangkan sebagai merek nasional. Foto menampakkan Lembah Kopi Xingling (disediakan oleh Lembah Kopi Xinglong).

Pada tahun-tahun terakhir, Pemerintah Kota Wanning menggalakkan standarisasi dalam pembudidayaan tanaman kopi dan menerapkan pola “pertanian pesanan” yakni pola “perusahaan plus keluarga petani”. Selain itu, warga juga berusaha mengembangkan pariwisata relaksasi atau leisure economy dengan berlandaskan pada kebun kopi yang luas. Melalui kegiatan wisata, merek Kopi Xinglong menjadi semakin terkenal. Hal ini tidak hanya menciptakan lebih banyak lowongan kerja, tapi juga menambah pendapatan kaum tani sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi setempat.

Hirup Kopi Pahit, Kenyam Kehidupan Bahagia_fororder_xk2

Lembah Kopi Xinglong adalah basis percontohan pertanian terpadu yang mengusung tema tanaman dan minuman kopi. Di taman ekowisata ini terintegrasi usaha penanaman pertanian, pengolahan, penjualan, wisata rekreasi dan turisme lainnya. Foto menampilkan pohon kopi di Lembah Kopi Xinglong (disediakan oleh Lembah Kopi Xinglong).

Pemilik Lembah Kopi Xinglong, Pak Huang memperkenalkan kepada kami tentang pola ekonomi “perusahaan plus keluarga petani” setempat. Menurut keterangannya, pemerintah pada awalnya menyediakan 1.333 hektar lahan untuk dikembangkan menjadi kebun tanaman kopi. Bibit pohon kopi dibagikan kepada kaum tani secara gratis. Setiap mitra petani diberikan subsidi sebanyak seribu yuan atau setara 147 dolar AS untuk setiap ladang seluas 667 meter persegi. Di pihak lain, para pengelola perusahaan atau majikan seperti Pak Huang diwajibkan membeli biji kopi dari mitra petani dan mempekerjakan tenaga kerja yang berlebihan di pedesaan serta melatih mereka menjadi buruh industri pengolahan biji kopi. Melalui pola itulah 30 desa miskin beserta 40.963 warga pedesaan di kota Wanning terlepas dari kemiskinan pada akhir 2019. Hanya perusahaan yang dikelola Pak Huang telah membantu 628 keluarga sebanyak 3.427 petani terangkat dari kemiskinan. Pendapatan per kapitanya sebanyak 10 ribu yuan secara tahunan.

Hirup Kopi Pahit, Kenyam Kehidupan Bahagia_fororder_xk3

Pak Chen yang bekerja di Lembah Kopi Xinglong (Fotografer: Xie Xiaoyu)

 

Pak Chen yang bekerja di Lembah Kopi Xinglong menuturkan kepada wartawan bahwa orang tuanya pindah ke Xinglong dari Vietnam pada 1951 dan dia dilahirkan pada 1954. Pak Chen bilang, ia termasuk kelompok buruh pertama yang bekerja di Lembah Kopi, dan sejak itu sembilan tahun sudah lewat. Buruh yang dipekerjakan di sini wajib bekerja 8 jam setiap hari, dengan gaji hariannya sebanyak 100 yuan, atau 3000 yuan setiap bulan. Pak Chen berujar, “Ketika baru saja bekerja di Lembah Kopi, saya tidak punya uang, bahkan sebungkus rokok tak bisa beli. Sekarang sudah bisa hidup enak-enak. Pada permulaan kami tidak tahu bagaimana menanam pohon kelapa maupun kopi, sekarang saya sudah mahir menanam tanaman itu setelah diajari teknisi yang diundang Pak Huang dari Universitas Hainan dan Universitas Pertanian Hainan. Selain itu, perusahaan juga wajib membeli buah kopi dari kebun kami. Boleh dikatakan, perusahaan mengajar kami tentang teknik menanam kopi, juga memperhatikan kehidupan kami. Kehidupan kami sudah mengalami perbaikan nyata dibanding masa silam.”

Tiongkok secara besar-besaran mengembangkan usaha kopi dan laju pertumbuhannya diapresiasi oleh seluruh kalangan industri kopi. Merujuk data Organisasi Kopi Internasional, konsumsi minuman kopi warga Tiongkok pada 2018 secara per kapita hanya sebesar 1,6 persen dari total konsumsi warga AS, namun laju pertumbuhan majemuk tahunan pasar kopi Tiongkok mencapai 10 kali lipat taraf rata-rata dunia. Data resmi dari laporan prospek pasar industri kopi Tiongkok edisi 2019 menunjukkan, skala pasar minuman kopi Tiongkok pada 2018 telah menembus 200 miliar yuan.

Hirup Kopi Pahit, Kenyam Kehidupan Bahagia_fororder_xk4

Pak Huang juga melihat prospek cerah pasar kopi Tiongkok. ia mengatakan, warga Tiongkok yang minum kopi mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen dari tahun ke tahun. Jumlah konsumen kopi di Tiongkok sudah melampaui konsumen kopi di AS. Kini produksi kopi di seluruh wilayah Hainan membukukan 4.500 ton, dengan 2000 ton disumbangkan dari kebun kopi Xinglong.

Pak Huang menerangkan, ke depannya, pihaknya berencana membuka kedai kopi di seluruh negeri. Kedai-kedai itu selain menjual kopi, tapi juga aneka produk unggul Hainan. Apa lagi ia akan mengizinkan kaum mitra tani untuk ikut memegang saham di perusahaan perseroannya. Ia menargetkan kehidupan bahagia dan sejahtera bersama kaum tani setempat.

 

 

王伟光