Kementerian Luar Negeri Iran kemarin (18/10) mengeluarkan pernyataan, mengumumkan bahwa embargo senjata PBB terhadap Iran berakhir otomatis tanpa syarat sejak kemarin.
Pernyataan mengatakan bahwa Perjanjian Komprehensif Masalah Nuklir Iran (JCPOA) dengan tegas menentukan bahwa pengakhiran embargo senjata terhadap Iran akan dilaksanakan tanpa syarat dan tidak usah disertai perjanjian baru dari Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan menunjukkan, sejak tanggal 18 lalu, semua pembatasan mengenai pengangkutan senjata Iran dan layanan finansial, serta semua pelarangan yang dikenakan terhadap sebagian warga dan personel militer Iran untuk masuk atau transit di negara anggota PBB akan berakhir secara otomatis.
Pernyataan juga menunjukkan bahwa menurut kebutuhan pertahanan diri, Iran bisa membeli senjata dan perlengkapan apapun dari jalur apapun, tidak terbatas oleh hukum apapun, dan juga bisa mengekspor senjata pertahanan berdasar kebijakan dalam negeri.
Belakangan ini, Amerika Serikat (AS) mengajukan Rancangan Keputusan Memperpanjang Embargo Senjata terhadap Iran serta berusaha memulai sistem “Pemulihan Sanksi Cepat” mengenai Perjanjian Masalah Nuklir Iran untuk mencegah pencabutan embargo senjata terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kemarin dalam sebuah pernyataan menegaskan kembali bahwa pendirian PBB tentang sanksi terharap Iran sudah terpulih, dia mengatakan embargo senjata PBB terhadap Iran masih berlaku. Pompeo juga mengatakan bahwa negara-negara yang mengadakan perdagangan senjata konvensional dengan Iran, atau menyediakan pembinaan teknik dan dukungan dana kepada Iran akan dikenakan sanksi oleh AS.




