
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kemarin (30/10) sekali lagi menguraikan pendirian Tiongkok mengenai penangkapan AS terhadap personel Tiongkok yang terlibat dalam aksi pemburuan buronan dengan sandi “memburu rubah”. Ia mendesak otoritas AS benar-benar menaati kewajiban internasional dan komitmennya, jangan pernah menjadikan dirinya sebagai “surga buronan” yang menggelapkan kekayaan ilegal.
Wang Wenbin dalam jumpa pers kemarin (30/10) menunjukkan, personel-personel yang ditahan oleh AS baru-baru ini bukanlah penegak hukum Tiongkok. Tuduhannya terhadap mereka juga adalah fitnahan belaka.
“AS adalah negara dengan paling banyak prasangka penjahat ekonomi dan koruptor Tiongkok yang melarikan diri ke luar negeri. Selama beberapa tahun terakhir, AS selalu bersikap negatif terhadap permintaan Tiongkok untuk mengejar buronan. Sejumlah badan penegak hukum AS bahkan secara terang-terangan memberikan semangat atau menyediakan suaka kepada buronan Tiongkok, bahkan berkali-kali menghalangi para buronan untuk menyerahkan diri ke Tiongkok. Dengan tingkah laku seperti itulah AS sudah menempatkan diri pada pihak yang berlawanan dengan keadilan serta tata hukum, melanggar Konvensi Anti Korupsi PBB dan Konvensi Pemberantasan Kejahatan Terorganisir Lintas Wilayah PBB, juga bertolak belakang dengan berbagai komitmen AS. Tiongkok mendesak AS menghentikan tuduhan tak beralasan terhadap upaya Tiongkok agar para buronan dapat direpatriasi ke Tiongkok, benar-benar menunaikan kewajiban dan komitmen, tidak tertarik oleh uang tak halal para buronan, dan jangan pernah menjadikan diri sebagai “surga buronan”.