
“Seberapa besar kesulitan, kami tetap akan mengikuti CIIE ke-3 di Shanghai,” demikian ujar Roy, Direktur Bagian Litbang Global Perusahaan Theland, Selandia Baru. Apa yang dikatakan Roy merupakan suara bersama para pengusaha asing yang ikut serta dalam Ekspo Impor Internasional Tiongkok atau CIIE ke-3 yang dibuka di Shanghai kemarin malam (4/11).

CIIE adalah kegiatan ekonomi dan perdagangan internasional yang lain lagi yang digelar Tiongkok setelah China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) pada September lalu. Penyelenggaraan CIIE ke-3 tidak hanya memperlihatkan kemenangan Tiongkok dalam penanganan wabah virus corona, juga akan memberikan energi positif bagi pemulihan ekonomi dunia.

Daya tarik Tiongkok bagi perusahaan transnasional terletak pada pasarnya yang didukung oleh 1,4 miliar jiwa. Pasar Tiongkok menjadi tumpuan harapan bagi banyak perusahaan transnasional karena Tiongkok merupakan negara besar pertama yang berhasil memutuskan penyebaran COVID-19 dan mewujudkan pemulihan ekonomi serta pasar konsumsi domestik. Pada tiga triwulan lalu, omzet penjualan yang diperoleh Perusahaan L’Oreal di Daratan Tiongkok naik 20,8 persen dibanding periode sama tahun lalu. Produksi mobil dari Grup Volkswagen Jerman di Tiongkok terwujud pertumbuhan sejak kuartal kedua dengan pengiriman mobil baru di Tiongkok mengalami kenaikan sebesar 3 persen pada kuartal ketiga. Grup Volkswagen dalam laporan fiskalnya menulis, Tiongkok adalah “motor penggerak utama yang mendorong pemulihan kontinu pasar otomotif”... dan ekonomi Tiongkok telah memperlihatkan ketangguhan luar biasa di hadapan krisis ekonomi. Pemulihan stabil pasar konsumsi Tiongkok beserta potensinya akan menarik semakin banyak perusahaan global untuk berkiprah di pasar Tiongkok.

Di balik keberhasilan tersebut adalah upaya tak kendur yang dilakukan Tiongkok melalui kebijakan terbuka terhadap dunia luar. Sejak memasuki tahun ini, Tiongkok dua kali menggulirkan kebijakan baru untuk menstabilkan penanaman modal asing di Tiongkok. Sementara itu telah mengumumkan daftar negatif investasi (DNI) edisi baru untuk seluruh wilayah dan Zona Perdagangan Bebas, mendirikan pelabuhan perdagangan bebas Hainan (HFTP), membuka tiga zona perdagangan bebas yang baru dan terus memperbaiki ekosistem berusaha. Dalam sidang pleno ke-5 Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok yang ditutup belum lama lalu telah diajukan rancangan mengenai Repelita ke-14 dan Visi 2035, yang menegaskan ke depannya Tiongkok akan melaksanakan keterbukaan terhadap dunia luar “secara lebih luas dan lebih mendalam”. Tiongkok sedemikian tentunya akan menyediakan peluang emas yang tak boleh disia-siakan oleh setiap perusahaan transnasional.