Peserta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Xinjiang Kisahkan Untung dan Manfaatnya Setelah Tamat

2020-11-19 16:53:44  

Kaisar Muhtar, Parziayi Tusunjiang, Aibedoullah Wumur, Gucainur Maimaithiyimin adalah empat peserta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Xinjiang. Mereka masing-masing berasal dari Kashgar, Aksu, Turpan dan Kizilsu Kirghiz, Daerah Otonom Etnis Uighur Xinjiang, Tiongkok barat laut. Dulu mereka membenci kaum kafir dan percaya bakal naik ke surga jika martir demi agama.

Setelah tamat dari kursus pendidikan dan pelatihan keterampilan, mereka baru menyadari bahayanya pikiran sesat radikal. Di Pusat Pendidikan, mereka diberikan kursus latihan teknik tata rias rambut, kecantikan dan e-commerce sesuai dengan hobinya masing-masing. Setelah tamat, dengan berbekal keterampilan yang mereka kuasai, mereka telah mendapat pekerjaan di pabrik dan perusahaan. Ada juga yang menyelenggarakan usaha secara mandiri dan menempuh kehidupan bahagia dengan mengandalkan kedua tangannya.

Katalog:

Kaisar Muhtar menolak bergaul dengan sahabatnya dari etnis Han setelah melihat unggahan video yang menyebarkan pikiran radikal. Setelah melalui edukasi di pusat pendidikan, ia menyadari dia membuat kesalahan. Sekarang dia bekerja di sebuah komunitas penduduk.

Parziayi Tusunjiang, berusia 24 tahun, membuka sanggar kecantikan dan penataan rambut setelah menyelesaikan kuliah di pusat pendidikan.

Aibedoullah Wumur, mengikuti kursus pemandu dan komputer di pusat pendidikan. Setelah tamat, atas bantuan pemerintah setempat, ia membuka sebuah perusahaan e-commerce.

Gucainur Maimaithiyimin, setelah tamat dari pusat pendidikan dipekerjakan di sebuah dealer mobil setempat. Keluarganya menyatakan bahagia melihat Gucainur menjadi semakin riang gembira dan optimistis.

谢晓裕