
Mengenai ada media mengatakan Tiongkok melaksanakan “Wolf Warrior Diplomacy”, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying kemarin (10/12) dalam jumpa pers menyatakan kalau ada beberapa orang menyebut diplomasi Tiongkok sebagai diplomasi Wolf oleh karena Tiongkok memberikan balasan dan memaparkan fakta terhadap serangan tanpa garis dasar kepada Tiongkok, jadi untuk memelihara keamanan kedaulatan, kepentingan perkembangan, untuk memelihara kehormatan dan martabat negara , untuk memelihara keadilan internasional, tidak apa-apa kalau disebut sebagai wolf.

Daily Mirror Jerman tanggal 8 mengeluarkan satu artikel berjudul “Wolf Warrior China”, mengecam “Wolf Warrior Diplomacy” Tiongkok. Hua Chunying menunjukkan bahwa baik melabelkan virus, mempolitisasikan wabah, menstigmatisasikan Tiongkok, maupun menyalah-gunakan keamanan negara untuk menghantam perusahaan Tiongkok, merusakkan pertukaran kebudayaan dan pendidikan, perdagangan dan kerja sama teknik. Baik mencampur tangan dalam urusan negeri Tiongkok atas nama HAM, demokrasi dan kebebasan, maupun melanggar prinsip dasar hubungan internasional, dengan niat jahat mengecam sistem politik Tiongkok, bahkan mengadakan sanksi unilateral kepada Tiongkok, apakah orang lain berhak menghina, menyerangi Tiongkok, tapi pihak Tiongkok tidak mempunyai hak untuk menjelaskan faktanya. Apakah setiap warga negara mempunyai hak untuk membela diri, tapi Tiongkok sebagai negara berdaulat tidak mempunyai hak untuk memelihara kedaulatan, keamanan, kepentingan perkembangan dan kehormatan negara. Apakah terhadap penghinaan yang begitu serius, Tiongkok hanya bisa diam-diam seperti kamping yang akan dibunuh?

