
Tahun 2020 adalah satu tahun yang luar biasa dan tak terlupakan bagi rakyat sedunia. Pada tahun ini, Tiongkok telah mencetak lembaran gemilang dalam upayanya mewujudkan impian eksplorasi angkasa luar. Sepanjang 2020, pihak antariksa Tiongkok melakukan hampir 40 kali penerbangan antariksa, setapak demi setapak mewujudkan impiannya “mengantar manusia menuju angkasa luar yang jauh”, sekaligus menepati komitmennya tentang pemanfaatan luar angkasa melalui kerja sama demi tujuan damai.

Sistem navigasi satelit BeiDou-3 atau BDS yang merampungkan pembentukan jaringannya pada 23 Juni lalu merupakan sistem navigasi satelit keempat di dunia yang memberikan layanan pemosisian global setelah sistem navigasi GPS AS, Glonass Rusia dan Galileo Uni Eropa. Sejak peresmian BDS-2 pada 2012, Tiongkok sudah mulai menyediakan layanan pemosisian satelit kepada para pelanggan di kawasan Asia dan Pasifik.

Kepala arsitek BDS-3, Xie Jun baru-baru ini mengatakan, layanan BDS Tiongkok sudah terakses di 120 negara dan daerah, dan bisa digunakan untuk banyak bidang. Mengenai perkembangan industri navigasi satelit Tiongkok pada masa mendatang, Xie Jun mengatakan, pihaknya akan berusaha merancang dan membangun sistem navigasi satelit yang serba baru dan lebih cerdas demi memenuhi permintaan masyarakat internasional.

Wahana antariksa Chang’e-5 Tiongkok telah sukses mengambil sampel bebatuan dari Bulan dan kembali ke Bumi. Aksi serupa terakhir sebelum Chang’e-5 dilakukan manusia pada 44 tahun yang lalu.

Sampel yang dibawa pulang oleh Chang’e-5 dari Bulan akan sangat berguna untuk mengisi kekosongan penelitian geologi Bulan, membantu manusia lebih mendalam mengenal sejarah Bulan, sehingga menambah pengetahuan manusia tentang evolusi tata surya.

Bersamaan dengan kesuksesan Chang’e-5, wahana antariksa lain bernama Tianwen-1 Tiongkok sudah dalam perjalanan menuju Mars untuk menjalankan misi Mars pertama dalam sejarah Tiongkok. Hingga sekarang, wahana antariksa Tianwen-1 sudah melakukan penerbangan sepanjang 100 juta kilometer, dan menurut rencana, Tianwen-1 akan memasuki orbit Mars pada Februari 2021.

Tahun 2020 adalah tahun jendela peluncuran pesawat antariksa penjelajah ke Mars. Selain Tianwen, masih ada dua wahana antariksa yang diluncurkan untuk menuju Mars, yakni Al-Amal UEA dan Perseverance NASA.
Di hamparan angkasa luar nan jauh, Bumi ibarat sebuah perahu kecil, dengan manusia sama-sama menjadi penumpang di atas perahu ini. Di hadapan planet di angkasa luar yang berjarak jauh dari Bumi, manusia harus berbagi ilmu pengetahuan dan sumber daya untuk mewujudkan ambisi menjelajahi alam semesta yang misterius.
Dapat diyakinkan, pada masa kelak tak jauh lagi, manusia akan menyaksikan lebih banyak kerja sama internasional di bidang eksplorasi luar angkasa, memperoleh dan berbagi-bagi pengetahuan baru tentang dunia lain, dalam rangka mendorong kemajuan bersama umat manusia di bidang teknologi dan produktivitas. Hal itu akan memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia.


