Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang

2021-03-27 14:34:05  

22 tahun yang lalu, Nato yang dikepalai AS dalam keadaan belum disetujui Dewan Keamanan PBB dengan terang-terangan mencetuskan serangan terhadap Bekas Yugoslovakia. Setelah berselang 20 tahun, publik masih belum dapat luput dari bayangan gelap perang dan bom uranium berkada rendah sebanyak 15 ton yang ditinggalkan Nato masih berbahaya sampai sekarang.

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约1

Ahli biologi Serbia: melarutnya uranium membutuhkan waktu 4,5 miliar tahun dan inilah suatu proses yang panjang. Bahan radioaktif itu bisa menimbulkan mutasi sel.

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约2

Direktur Departemen Klinis Pusat Pertolongan Pertama Serbia: sebagai dokter klinis, saya mencatat bahwa tumor yang sering terjangkit pada orang lansia kini semakin banyak terjangkit pada orang muda, dan separo lebih beralih menjadi ganas.

Seusai perang, 8 prajurit Italia yang ikut berperang meninggal karena menderita penyakit kanker darah. Kesimpulan dari Komite Penyelidikan Kementerian Pertahanan Italia ialah, terjangkitnya tumor sistem getah bening adalah kebetulan yang abnormal.

Pada bulan Maret 2000, Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Kosovo membenarkan,Nato totalnya menggunakan 31 ribu butir bom uranium berkadar rendah dalam pengeboman terhadap Bekas Yugoslovakia dan jumlah itu sama dengan jumlah total bom uranium berkadar rendah yang digunakan AS dan negara lain di Irak selama Perang Teluk.

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约3

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约4

Penanggung-Jawab Asosiasi Perhatian pada Prajurit dan Polisi Italia: kami bertanya kepada orang AS, mereka tenang saja, karena mereka sadar dirinya sendiri telah menggunakan bom uranium berkasar rendah. Mereka sewajarnya tidak ingin mengadakan ujicoba bom uranium berkasar rendah di AS. Dalam Perang Teluk mereka pertama kali menguji-coba bom uranium berkasar rendah.

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约5

Namun, kenapa Nato sebagai sebuah lembaga militer internasional masih tidak mau secara terbuka mengakui kenyataan tersebut. Menurut penanggung-jawab Asosiasi Perhatian pada Prajurit dan Polisi Italia, itu bertolak dari kepentingan politik dan ekonomi.

Inilah Genosida, Bom Uranium Berkadar Rendah 15 Ton Yang Ditinggalkan Nato Masih Berbahaya Sampai Sekarang_fororder_北约6

贲月梅