Presiden Tiongkok Xi Jinping pernah mengatakan, asal generasi pemuda punya ide, punya keterampilan dan bertanggung jawab, maka negara akan mempunyai masa depan yang cemerlang dan bangsa mempunyai harapan yang cerah. Kaum pemuda mempunyai kedudukan penting dalam hati Presiden Xi. Sejak Kongres PKT Ke-18, Xi Jinping berulang kali duduk bersama para pemuda dan sempat bertukar pendapat dengan mereka serta membalas surat para pemuda. Ia sempat memberikan inspirasi kepada mereka dengan menasihati agar kaum pemuda mengintegrasikan ide dan keinginan pribadi mereka dengan usaha nasional dan bangsa, agar era pemuda dapat terus berkembang melalui perjuangan yang tak henti.
Menjelang Hari Pemuda yang jatuh pada 4 Mei tahun ini, para mahasiswa mahasiswi Universitas Tsinghua telah menyambut kedatangan kakak kelas mereka—Presiden Xi Jinping. Selama inspeksinya, Xi Jinping sempat menggagaskan cetak biru demi perkembangan pendidikan tinggi Tiongkok, dan juga mengajukan harapannya yang tulus kepada para kaum pemuda. Beliau menekankan agar kaum pemuda hendaknya memikul tanggung jawab sejarah, dan menegakkan keyakinan dan kewajiban untuk terus maju, mematuhi kriteria moral menegaskan target yang nyata, berupaya tumbuh menjadi kekuatan era baru yang berani memikul tanggung jawab demi kebangkitan kembali bangsa, dan agar era pemuda dapat berkembang melalui perjuangan tak henti demi tanah air, bangsa, rakyat dan umat manusia.
“Kaum pemuda Tiongkok sekarang adalah generasi yang berjalan serah dan maju bersama dengan era baru, tumbuh dewasa dalam masa kejayaan dan memikul tanggung jawab penting,” ujar Presiden Xi.
Mengenang kembali sejarah, era pemuda merupakan gen unik sejak Partai Komunis Tiongkok dilahirkan. Sejumlah 13 wakil yang hadir dalam Kongres PKT pertama rata-rata berusia 28 tahun. Sejak itulah, segala prestasi yang dicapai partai berpusat pada antusiasme dan kontribusi para pemuda. Pada saat genap seratus tahun berdirinya PKT, perjuangan pembangunan komprehensif negara sosialis modern telah dihidupkan, kebutuhan partai dan negeri terhadap tenaga kerja berprestasi lebih mendesak. Hal tersebut merupakan peluang penting bagi kaum pemuda dan juga merupakan ujian besar bagi mereka.
Bagaimana kaum pemuda menerima obor yang disambungkan oleh zaman? Presiden Xi Jinping sempat memaparkan pandangannya ketika duduk bersama dengan para mahasiswa di Universitas Nankai pada tahun 2019,
“Pada awal didirikan, misi Universitas Nankai adalah membina tenaga ahli demi berdirinya bangsa Tionghoa. Kita sekarang telah memasuki tahap perkembangan dari berdiri, kaya hingga kuat, kita hendaknya mengintegrasikan target konkrit belajar dengan target raksasa kebangkitan kembali bangsa, dan berjuang demi kebangkitan tanah air. Hanya mempersatukan kepribadian dan bangsa, barulah kita mempunyai ambisi dan target yang jelas. Saya berharap kalian dapat rajin bekerja dan berkontribusi demi kebangkitan kembali bangsa Tionghoa,” tutur Xi.
Beberapa tahun ini, kaum muda yang dipuji Presiden Xi Jinping tidak sedikit. Seperti anggota PKT generasi 90-an yang membantu penanggulangan wabah di Wuhan, lulusan yang membantu pendidikan di bagian barat Tiongkok, pejabat desa Zhang Guangxiu yang berjuang di garda terdepan pengentasan kemiskinan, serta mahasiswi Universitas Peking Song Xi yang menghadiri pelayaran patroli di Teluk Aden sesudah menjadi pramuka Korps Marinir. Mereka semuanya menggabungkan target pribadi dengan usaha partai dan negara, memperlihatkan vitalitas kaum muda dalam perjuangan yang tak henti.
“Kekuatan negara menggantungkan manusia, tenaga bakat menggantungkan pelajaran.” Mutu dan kemampuan kaum muda secara langsung mempengaruhi proses terwujudnya impian Tiongkok. Xi Jinping berkali-kali membahas cara belajar dengan kaum muda, beliau menekankan bahwa “hendaknya menyerap pengetahuan seperti spons menyerap air”, menambah urgensi untuk belajar.
Ketika mengadakan sidang pertemuan dengan para pemuda berprestasi pada 4 Mei 2013, Xi Jinping menyatakan, pemuda sedang berada dalam masa emas untuk belajar, seharusnya menjadikan belajar sebagai tugas utama, sebagai tanggung jawab, keinginan spiritual serta cara hidup, kaum muda seharusnya membuat impian dari belajar, prestasi diperoleh dari ketrampilan, rajin belajar menjadi daya penggerak pelayaran muda, dan peningkatan keterampilan menjadi energi untuk berjuang.
Sebelum Hari Pemuda tahun 2017, Xi Jinping sekali lagi menunjukkan pentingnya belajar bagi kaum muda. Beliau menyatakan, bertekadlah untuk membuat usaha besar, jangan bertekad menjadi pejabat tinggi. Beliau mengharapkan para pemuda dapat menghargai waktu saat ini untuk belajar, dan memilih jalan dan arah yang tepat sesudah bekerja. Ia menaruh harapan yang penuh kepada para pemuda.
Kaum muda sekarang berada di masa terbaik perkembangan bangsa Tionghoa, Tiongkok telah memulai proses pembangunan negara sosialis modern secara menyeluruh, dan mendekati target yang merealisasi kejayaan kembali bangsa Tionghoa. Kaum muda seharusnya memikul misinya, dan memainkan peranan penting dalam reformasi dan keterbukaan era paru.
Xi Jinping mengatakan, semua generasi mempunyai tanggung jawab dan long march mereka sendiri. Membangun negara sosialis modern yang kuat dan merealisasi kejayaan kembali bangsa Tionghoa adalah persaingan estafet. Tiongkok bertekad dapat mencapai hasil yang memuaskan bagi kaum muda, juga menantikan generasi muda sekarang mencapai hasil yang lebih memuaskan di masa depan. Ia dengan tulus hati mengharapkan kaum muda Tiongkok merangkul era baru, terus maju pada era baru, dan mendorong masa muda mereka memperlihatkan warna yang lebih cemerlang dalam perjuangan untuk rakyat, bangsa serta umat manusia.