
Akademisi Rekayasa Tiongkok Yuan Longping yang dijuluki sebagai “Bapak Padi Hibrida” dan penerima penghargaan “Medali Republik” meninggal pada usia 91 tahun di kota Changsha, Provinsi Hunan hari Sabtu kemarin (23/5). Tokoh-tokoh berbagai kalangan luar negeri turut menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Yuan Longping, dan menganggap hal tersebut sebagai sebuah kerugian besar, dan warisan yang ditinggalkan Yuan akan senantiasa dikenang oleh masyarakat internasional.

Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan Madagaskar Fanomezantsoa Lucien Ranarivelo dalam akun medsosnya mengatakan, dirinya sangat menyesal ketika mendengar kabar akademisi Yuan Longping meninggal, “saya atas nama Kementerian Pertanian, Peternakan dan Perikanan Madagaskar dan pribadi menyampaikan duka cita yang mendalam,” tutur Ranarivelo. Berkat hasil penelitian Yuan Longping dan kerja sama antara Pusat Riset Teknologi Proyek Padi Hibrida Nasional Tiongkok dan Pusat Cabang Afrika yang ditetapkan di Mahitsy, Madagaskar, para petani Madagaskar dapat meningkatkan volume produksi padi dari 3 ton per hektar sampai 10 ton per hektar. “Melalui kemajuan teknik padi hibrida, saya berharap impian Yuan Longping untuk menghapuskan kelaparan di bumi dapat terwujud di Madagaskar,” ujar Ranarivelo.

CEO Perusahaan Penelitian dan Layanan Pertanian Guard Pakistan Shahzad Ali Malik mengatakan, meninggalnya Bapak Yuan Longping tidak hanya merupakan kabar sedih bagi Tiongkok, terlebih dianggap sebagai kerugian besar bagi seluruh umat manusia. Teknik padi hibrida telah membawa reformasi kepada industri padi di Pakistan, dan sudah melahirkan keuntungan ekonomi dan sosial yang baik. “Teknik padi hibrida sudah memberikan kontribusi bagi pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan Pakistan,” tutur Malik.

“Di Filipina, petani yang menanam padi semuanya mengenal Yuan Longping.” Demikian dikatakan Lin Yuqing yang dijuluki sebagai Raja Padi Hibrida Filipina. Diperkenalkan, sejauh ini luas penanaman padi hibrida di Filipina telah melampaui satu juta hektar. Jumlah produksi mencapai 15 ton per hektar, merupakan tiga kali lipat dari jumlah produk padi jenis tradisional setempat. Di pasar-pasar tani dan supermarket di Filipina semuanya dapat dibeli beras hibrida.

Situs Web Stasiun TV Jerman “One” melaporkan, dalam waktu puluhan tahun lalu, tujuan mulia Yuan Longping adalah agar penduduk seluruh dunia mempunyai makanan yang cukup. Di Tiongkok tujuan ini telah terwujud. Yuan Longping memberikan kontribusi penting untuk hal ini. Artikel juga mengatakan, teknik padi hibrida adalah melakukan hibridisasi berkelanjutan terhadap jenis padi yang “sangat kuat” dan berproduksi tinggi. Hingga awal tahun 1970-an, kebanyakan ahli biologi dan pertanian berpendapat bahwa hal ini tidak akan berhasil, tapi Yuan Longping dengan penelitiannnya membuktikan teori ini.

Setelah Yuan Longping meninggal dunia, banyak organisasi internasional berturut-turut menyampaikan duka citanya melalui akun media sosial mereka.

PBB melalui blognya mengatakan, akademisi Yuan Longping memberikan kontribusi yang luar biasa untuk mendorong keamanan bahan pangan, menanggulangi kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Selamat Jalan, Tokoh Nasional satu-satunya dalam sejarah.”

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB melalui akun media sosialnya mengatakan, “hari ini, kami menyatakan duka cita mendalam kepada seorang pahlawan bahan pangan. Ilmuwan Tiongkok Yuan Longping padi hibrida yang dibudidayakannya membuat jutaan orang terlepas dari kelaparan.

Dirjen Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Qu Dongyu menyatakan, Yuan Longping menyumbangkan seumur hidupnya kepada penelitian padi hibrida, dia membantu miliaran orang mewujudkan keamanan bahan pangan, dan menyebut bahwa Yuan Longping adalah seorang guru dan teladan. Ia menyatakan kesedihan yang mendalam atas wafatnya Bapak Yuan Longping.
