Dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang baru ditutup kemarin (1/6), sejumlah politikus AS sekali lagi memgembar-gemborkan isu asal usul virus Covid-19, terus mencoreng Tiongkok dan meminta Tiongkok diselidiki lagi.
Akan tetapi, AS sendiri pun banyak dicurigai selama lebih dari 1 tahun memburuknya wabah Covid-19 di negerinya. Laboratorium Fort Detrick ditutup secara darurat pada Juli 2019, disusul terjadinya Evali, semacam penyakit paru-paru yang gejalanya mirip dengan peneumonia Covid-19 di komunitas yang hanya berjarak 1 jam perjalanan mobil dari Lab Fort Detrick. Sementara itu, di lebih dari 200 lab biologis AS yang tersebar di dunia terus menerus terjadi penyakit menular, namun keadaan tersebut tidak diungkapkan AS,dan kapan munculnya kasus nomor Zero di AS sejauh ini tetap suatu tanda tanya.
Namun AS menolak penyelidikan internasional atas asal usul Covid-19 di negerinya sendiri, bahkan mendesak WHO sekali lagi melakukan penyelidikan ke Tiongkok. Perbuatan kasar AS itu justru bertujuan mengalihkan kesalahan penanggulangan wabahnya dan terus mencoreng Tiongkok.
Sejumlah politikus AS dinasehati berhenti “permainan tudingan”, harus menerima penyelidikan dunia seperti apa yang dilakukan Tiongkok dan memberikan kontribusi kepada upaya penanggulangan wabah di seluruh dunia. Seandainya AS bersikeras terus melakukan stigmatisasi dan manipulasi politik, silakan bercermin diri sendiri duluan.