
Berbakti dan taat pada orang tua dan sayang peduli pada istri. Keluarga selalu tidak lekang dari hati Xi Jinping. Suatu kali ketika diwawancarai media, Xi Jinping mengatakan: “Saya punya keluarga yang sangat bahagia. Saya dan istri sama-sama sibuk bekerja, dan juga sama-sama membangun keluarga.”
Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan sudah bersama-sama menjalani kehidupan selama 30-an tahun. Di kantornya terpasang foto Peng Liyuan, yang rela mendampingi Xi menengok teman-teman di Liangjiahe, untuk mengobati rasa kangennya setelah berpisah selama bertahun-tahun lamanya. Pakaiannya bahkan tingkah lakunya pasangan ini selalu tampak sepadan... memberikan kesan yang bahagia dan satu hati satu jantung.

“Ketika menikah, tidak dilakukan upacara pernikahan”
Xi Jinping dan Peng Liyuan jatuh cinta pada pandangan pertama pada 1986, dan keduanya menikah di kota Xiamen, Provinsi Fujian pada September 1987. “Mereka tidak menggelar upacara pernikahan.” Demikian dikenangkan seorang rekannya bernama Wang Jinshui ketika bekerja di pemerintah Xiamen. “Waktu itu Xi belum punya rumah di Xiamen dan tinggal di sebuah asrama dinas yang diatur oleh pemkot. Pada hari pernikahan kami diundang makan di sebuah restoran.” Seusai makan, kami berbondong-bondong datang ke tempat huni Xi Jinping untuk minum teh. “Xi tidak tahu kedatangan kami dan kewalahan mencari cawan. Pasangan Xi dan Peng memiliki dua cangkir untuk minum air dan dua cangkir untuk gosok gigi. Ditambah dua mangkok makan barulah dicukupi untuk menim teh. Peng Liyuan lalu pergi membeli sebungkus kembang gula, yang harganya 5 yuan.”

“Saya tiap hari menelepon istriku”
Setelah menikah, Xi Jinping dan Peng Liyuan melanjutkan kariernya masing-masing dan sering kali tidak bertemu, namun selalu saling mengerti dan saling mendukung, sedapat mungkin memberikan kepedulian antara satu sama lain. Peng Liyuan memuji Xi sebagai “suami yang baik” dan “ayah yang baik”, dan selalu sayang pada Xi Jinping. Pada 14 Agustus 2004, Xi Jinping yang pada waktu itu menjabat sebagai pemimpin tertinggi Provinsi Zhejiang menerima wawancara eksklusif stasiun televisi Yan’an. Ketika ditanya tentang keluarganya, Xi berkata: “Saya mempunyai satu keluarga yang bahagia. Saya dan istriku masing-masing sibuk bekerja, dan juga sama-sama membangun keluarga.” Ia mengatakan, “Setiap hari saya memberikan panggilan kepada istriku.”

“Mereka sama-sama rendah hati”
Xi Jinping dan Peng Liyuan memberikan nama Ming Ze kepada anak perempuannya, yang bermakna “berperilaku lurus dan bersih serta berguna kepada masyarakat”. Itulah harapan mereka terhadap anak perempuannya, juga mencerminkan etos kebudayaan yang dianutnya dalam pendidikan kepada anak. Ketika bekerja di Ninde, Fujian, Xi Jinping beberapa kali dikunjungi Peng Liyuan, yang selalu membayar ongkos tiket kereta atau menumpang mobil yang memang kebetulan melewati tempat tujuannya. “Pak Xi dan Ibu Peng selalu bersikap ramah tamah dan rendah hati, dan memperlakukan kami seperti famili keluarganya sendiri,” demikian kenangan Xing Changbao yang pada waktu itu sering berkontak dengan Xi Jinping. “Ketika di Ningde, Ibu Peng selalu melakukan pembelanjaan dan pemasakan sendirian, hidangannya selain untuk perbaikan menu Xi, juga untuk menjamu kami yang sering diundang makan ke rumahnya.

Di kantornya terlihat foto Peng Liyuan
Di kantor Xi Jinping terlihat banyak foto Peng Liyuan. Pada 31 Desember 2020, Presiden Xi Jinping menyampaikan pesan tahun baru 2021. Di rak buku di baliknya tersusun 21 foto, di antaranya banyak foto keluarga, satu foto menggambarkan Xi Jinping menuntun ayahnya Xi Zhongxun ketika berjalan bersama dengan istri dan anak perempuannya, suasananya sangat bahagia. Ada pula foto ibu Xi Jinping yang dipapah oleh pasangan Xi dan Peng. Satu foto lagi memperlihatkan pasangan Xi dan Peng berpose di depan petilasan Dashuifa Taman Yuanmingyuan serta sebuah foto sekeluarganya. Foto Peng Liyuan ketika berusia muda juga terlihat di rak bukunya.

Pada 13 Februari 2015, Xi Jinping melakukan “mudik” ke Liang Jiahe untuk menengok warga dan rekan-rekan yang sudah lama tidak bertemu. Di pinggir desa itu terpasang sebuah batu dengan tulisan “bendungan yang dibangun kaum intelektual muda”. Belasan warga kampung berkumpul untuk menjabat tangan dengan Xi Jinping. Sambi basa basi, mereka mengajak Xi ke rumahnya untuk bertamu. Xi Jinping pulang ke Liangjiahe bukan sendirian melainkan didampingi oleh Peng Liyuan. Dengan bahasa dialek Shanbei setempat, Xi Jinping memperkenalkan Peng Liyuan kepada warga: “Inilah istriku. Ayo mari kita saling berkenalan.” Warga pun berebut-rebut untuk menjabat tangan dengan Peng Liyuan, menyambut dia bertamu ke Liangjiahe.

Dari hal-hal sepele terungkap kehangatan keluarga
Di Australia, Xi Jinping menyempatkan diri untuk menginspeksi kapal survei ilmiah bernama “Xuelong” atau secara harfiah berarti Naga Salju. Ketika menaiki tangga menuju kabin di tempat tinggi, Xi tak lupa berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Peng Liyuan sambil berkata: “Ayo!” Ketika berkunjung di India, Peng Liyuan diundang mencoba-coba ayunan besar. Setelah beberapa ayunan, Peng mengajak Xi untuk duduk di sampingnya. Xi sangat menuruti dan duduk di tempat kosong. Keduanya mengayun naik turun secara harmonis dan bahu membahu. Di Costa Rica, mereka bersama-sama mengunjungi sebuah keluarga petani. Ketika dihidangi penganan oleh tuan rumah, Xi ambil satu kue dan mengisyaratkan dia dan istrinya akan makan bersama kue itu. Lalu Xi menyuguhkan kue itu kepada Peng Liyuan yang membagikannya menjadi dua belah. Dari hal sepele ini terlihatlah sikap mereka yang saling peduli.
Di sosial yang berubah drastis ini, kita sering sibuk bekerja demi mencari naskah hidup, namun bagaimana pun tidak boleh melupakan kepedulian terhadap masyarakat, agar rasa saling peduli tidak terputus dalam kesibukan bahkan isolasi, agar persahabatan tetap terjalin dalam pekerjaan sehari-hari, dan rasa sayang antar sesama tetap terpelihara dalam perjuangan sehari-hari.