
Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan inspeksi di kota Chengde, Propinsi Hebei pada 23-24 Agustus yang lalu. Dalam inspeksinya kali ini, Presiden Xi telah mengunjungi taman hutan milik negara, badan pelestarian budaya, komunitas pedesaan, dan memberikan pidato penting terkait pembangunan peradaban biologis, kesatuan bangsa, revitalisasi pedesaan, dan usaha hari tua. Kata-kata mutiara Presiden Xi sangat menyentuh hati rakyat.
“Mementingkan pembangunan peradaban ekologis, tidak hanya berdasarkan material, juga berdasarkan spiritual.”
Pos pertama Presiden Xi ialah taman hutan Saihanba, di bagian paling utara Propinsi Hebei. Di sini telah ditanam hutan buatan seluas 66.9 ribu hektar, adalah percontohan dalam sejarah pembangunan peradaban ekologis dunia.

Presiden Xi mengatakan kepada para petugas taman hutan, kalian dengan aksi riil mempertahankan semangat Saihanba yang mengingat tugas diri, giat bekerja, dan melakukan pembangunan berwarna hijau. Mementingkan pembangunan peradaban ekologis, tidak hanya berdasarkan material, juga berdasarkan spiritual.

Yang patut disebut, tepat pada beberapa hari yang lalu, Presiden Xi menekankan di depan rapat Ke-10 Komisi Keuangan Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, bahwa kesejahteraan bersama adalah masyarakat mencapai kesejahteraan baik di kehidupan material maupun kehidupan spiritual.

Justru seperti apa yang dikatakan Presiden Xi, para pejuang adalah orang yang kaya akan kehidupan spiritual.

“Tidak hanya membangun kota makmur, juga bangun desa makmur”
Selama menginspeksi di Chengde, Presiden Xi menuju ke Desa Daguikou untuk mengetahui revitalisasi industri dan kesehatan dan pengobatan penduduk setempat.
Di rumah petani Huo Jin, Presiden Xi mengatakan, kita membangun negara modernisasi sosialis secara menyeluruh, tidak hanya membangun kota makmur, juga harus membangun desa yang makmur.

Pertanian adalah dasar negara, dasar kukuh negara tenteram. Di depan rapat penghargaan pengentasan kemiskinan nasional yang digelar pada Februari yang lalu, Presiden Xi menekankan, hendaknya memperkecil kesenjangan perkembangan regional antar kota dan desa, agar penduduk berpendapatan rendah dan daerah kurang maju menikmati bersama hasil perkembangan, agar mereka tidak ketinggalan dan ikut maju dalam proses modernisasi.
“Tidak ketinggalan dan ikut maju” mencerminkan misi dan asas tujuan Partai Komunis Tiongkok.
Dukung Lansia Tangguh Tetap Produktif dan Tingkatkan Jaminan Hari Tua

Presiden Xi Jinping pernah menunjukkan perlunya dengan efektif menangani penuaan populasi Tiongkok, karena hal ini berkaitan dengan keseluruhan perkembangan negara, juga kesejahteraan masyarakat yang luas.

Pada 31 Mei lalu, Politbiro Komite Sentral PKT menggelar rapat, salah satu isi yang penting ialah membahas laporan terkait tindakan penting penanganan penuaan populasi selama Repelita Ke-14. Kali ini, Xi Jinping khusus mengadakan peninjauan ke sebuah panti jompo di Komunitas Binhe, Distrik Gaoxin, Kota Chengde, Provinsi Hebei.

Dilihat dari perjalanannya, umum bisa melihat hubungan antara kedua pihak. Politbiro Komite Sentral PKT dalam rapatnya menunjukkan, hendaknya mendorong berbagai sektor usaha menyesuaikan diri dengan meluncurkan layanan khusus untuk manusia lanjut usia, Xi Jinping kali ini khusus menginspeksi proyek revitalisasi fasilitas untuk layanan manula.

Xi Jinping menunjukkan, hendaknya aktif memandang sosial penuaan, aktif memandang orang lanjut usia dan kehidupan hari tua, masa lanjut usia adalah salah satu tahap kehidupan yang penting, di mana manula seharusnya tetap produktif dan bahagia. Di panti jompo Komunitas Binhe, Xi Jinping menekankan perlunya mendorong orang-orang lanjut usia terus hidup dengan pola produktif, terutama lansia tangguh yang usianya relatif lebih muda.
Hendaknya seluruh masyarakat menghormati orang lanjut usia, menaruh perhatian kepada mereka, dan memberikan kepedulian kepada mereka.
Rakyat Tiongkok Sebanyak 1,4 Miliar Jiwa Harus Bersatu Padu
Pada tanggal 24 Agustus lalu, Presiden Xi Jinping terus mengadakan peninjauan di Taman Resor Kekaisaran Bishu Shanzhuang, Kuil Puning dan Museum Chengde. Di Museum Chengde, Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok adalah negara bersatu dengan multi suku etnis yang melahirkan bangsa Tionghoa yang plural dalam sejarah panjang.

Tahun ini genap 100 tahun berdirinya PKT. Menengok kembali sejarah, dapat kita tarik kesimpulan bahwa praktek dengan sepenuhnya menunjukkan, hanyalah PKT yang dapat mewujudkan solidaritas bangsa Tionghoa, hanyalah sosialisme berciri khas Tiongkok, barulah dapat menyatukan berbagai suku, mengembangkan berbagai suku dan menyejahterakan berbagai suku.
Sejak memasuki tahun ini, Xi Jinping telah berkali-kali melakukan peninjauan di mana beliau menaruh perhatian khusus pada persatuan bangsa dan perkembangan di daerah etnis minoritas.

Di Guizhou pada Februari lalu, Xi Jinping menunjukkan, hendaknya mendukung usaha unggul berciri khas etnis minoritas dan daerah etnis minoritas, mengembangkan kebudayaan etnis minoritas. Di Qinghai pada Juni lalu, Xi Jinping menekankan, hendaknya menjadikan tempat permukiman sebagai platform penting dalam membangun dan mengembangkan persatuan dan kemajuan antar berbagai etnis, bersama mendorong pembangunan kampung halaman harmonis dan bersatu padu antar etnis. Di Tibet pada Juli lalu, Xi Jinping menunjukkan, mendorong perkembangan bermutu tinggi Tibet, hendaknya memberikan makna persatuan dan kemajuan bangsa dalam segala pembangunan.
Chengde yang ditinjau oleh Xi Jinping kali ini mempunyai status sejarah penting di bidang dalam proses pergaulan dan pertukaran antar etnis. Xi Jinping menekankan, hendaknya memperkukuh dan mengembangkan hubungan antar etnis sosialis yang setara, bersatu, saling membantu dan harmonis.

Di tempat terakhir dalam peninjauan kali ini yakni Komunitas Binhe Distrik Gaoxin, Xi Jinping mengatakan, di bawah kepemimpinan PKT, sebanyak 56 etnis dan sebanyak 1,4 miliar rakyat hidup berdampingan secara rukun. Beliau mengatakan, rakyat Tiongkok sebanyak 1,4 miliar orang yang bersatu padu pasti akan mewujudkan peremajaan kembali bangsa Tionghoa di jalan sosialisme yang berciri khas Tiongkok.