Wang Yi Hadiri Konferensi Menlu Khusus Tiongkok-ASEAN

2021-06-08 14:33:18  

Pada hari Senin (7/6) kemarin, Konferensi Khusus Menteri Luar Negeri Peringatan HUT ke-30 Penjalinan Hubungan Dialog Tiongkok-ASEAN diadakan di Kota Chongqing. Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Filipina selaku koordinator hubungan Tiongkok ASEAN, Teodoro Locsin memimpin bersama konferensi tersebut. Menteri Luar Negeri negara ASEAN dan Sekjen ASEAN menghadiri konferensi kali ini.

Wang Yi menekankan, selama 30 tahun ini, Tiongkok dan ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar, mitra kerja sama yang paling bermakna dan mitra strategis yang paling dinamis. Hal ini bermanfaat bagi kedua pihak yang selalu saling menempatkan satu sama lain pada posisi utama hubungan terhadap dunia luar, selalu mengutamakan kepentingan rakyat, memfokus pada kerja sama pragmatis, selalu berpegang teguh pada pembangunan yang terbuka, mewujudkan saling menguntungkan dan menang bersama, selalu bertolak dari situasi menyeluruh, dan menempatkan perselisihan pada posisi yang layak. Tiongkok dan ASEAN hendaknya meneropong 30 tahun ke depan, menciptakan hubungan kemitraan strategis Tiongkok-ASEAN yang berlevel lebih tinggi dan membentuk komunitas senasib yang lebih erat. Menanggapi hal tersebut, Tiongkok mengajukan enam butir usulan. Pertama, hendaknya memperdalam kerja sama penanggulangan wabah. Tiongkok akan terus memainkan peranan sebagai negara besar yang bertanggung jawab, sedapat mungkin menyediakan vaksin kepada negara ASEAN untuk memenuhi kebutuhan berbagai negara, dan meningkatkan kerja sama di bidang penelitian, produksi, pembelanjaan, vaksinasi dan pengawasan dengan berbagai negara ASEAN, melaksanakan inisiatif kerja sama Tiongkok dan ASEAN di bidang kesehatan publik, mendukung gudang cadangan alat medis tanggapan darurat ASEAN, bersama-sama mendorong pembangunan pusat cadangan 10 plus 3, dan meningkatkan kemampuan kesehatan publik kawasannya. Kedua, hendaknya mendorong pemulihan ekonomi untuk membentuk kancah dan pola baru kerja sama pemulihan pasca pandemi Tiongkok-ASEAN dengan mengutamakan pelaksanaan Kerangka Pemulihan ASEAN secara menyeluruh. Ketiga, hendaknya meningkatkan level hubungan. Hendaknya meningkatkan komunikasi strategis antar pemimpin, menjajaki peningkatan hubungan Tiongkok-ASEAN sebagai mitra strategis secara menyeluruh. Ke-empat, sedini mungkin mencapai CoC Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok bersedia meningkatkan dialog dan konsultasi dengan pihak terkait masalah Laut Tiongkok Selatan, mengendalikan perselisihan dengan baik, dan terus meningkatkan kepercayaan satu sama lain. Hendaknya memelihara kestabilan situasi Laut Tiongkok Selatan, menghindari pengambilan aksi sepihak yang mungkin memperuncing konflik. Selama konferensi kali ini sepakat menghidupkan kembali konsultasi offline tentang CoC, hendaknya beraksi untuk terus melaksanakan Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan. Kelima, hendaknya memelihara multilateralisme. Hendaknya menaati prinsip asas tujuan Piagam PBB, memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai inti, memelihara tata tertib internasional dengan berdasarkan hukum internasional, memelihara hak dan kepentingan sah negara berkembang, dan mendorong terwujudnya demokrasi hubungan internasional. Keenam, hendaknya mengembangkan nilai-nilai Asia. Hendaknya meningkatkan saling belajar peradaban dan komunikasi antar masyarakat, terus berpegang teguh pada kesepakatan permusyawartawan dan cara Asia yang memperhatikan kenyamanan satu sama lain. Mendukung pembangunan integrasi ASEAN untuk menciptakan komunitas senasib yang lebih erat.

Menteri Luar Negeri para negara anggota ASEAN mengucapkan selamat atas HUT 100 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok dan menilai tinggi prestasi Tiongkok di bidang penanggulangan wabah dan pembangunan ekonomi dan sosial, sementara menyatakan bahwa hubungan ASEAN-Tiongkok adalah hubungan yang paling penting dalam hubungan antara ASEAN dan mitra dialog di dunia.

张京华