Struktur Utama Kota Terlarang
  2015-06-11 11:01:58  CRI

Kota Terlarang merupakan intisari arsitektur bangsa Han. Kota Terlarang dibangun pada masa Dinasti Ming. Pembangunan diteruskan oleh Dinasti Qing yang membuat Kota Terlarang semakin megah dengan mempertahankan gaya arsitektur Dinasti Ming.

Kota Terlarang pertama kali dibangun pada tahun 1406 hingga 1420 atas perintah Kaisar Zhu Di dari Dinasti Ming. Panjangnya 960 meter dari utara ke selatan, 750 meter dari timur ke barat, dengan luas bangunan mencapai 155.000 meter persegi.

Kota Terlarang memiliki empat gerbang. Gerbang utama, di sisi selatan, bernama Gerbang Meridian (Gerbang Wu). Di sisi timur adalah Gerbang Agung Timur (Gerbang Donghua), di sisi barat adalah Gerbang Agung Barat (Gerbang Xihua), dan di sisi utara adalah Gerbang Kuasa Dewata (Gerbang Shenwu). Berhadapan dengan Gerbang Kuasa Dewata adalah bukit buatan Jingshan yang dipenuhi pepohonan pinus dan cemara. Pada masa Republik China, bukit Jingshan direnovasi menjadi Taman Jingshan. Dari tata letak secara keseluruhan, Jingshan bisa disebut sebagai penghalang buatan bagi kompleks istana Kota Terlarang.

Struktur bangunan istana Kota Terlarang berderet pada poros utama yang membentang tepat di tengah, dari selatan ke utara. Tiga istana utama, tiga istana belakang, dan taman istana, semuanya diletakkan pada poros tengah ini, lurus secara vertikal dari selatan ke utara, dan simetris antara timur dan barat. Garis poros tengah ini bukan hanya ada di dalam kompleks Kota Terlarang, tetapi juga membentang terus ke selatan sampai ke Yongdingmen, dan ke utara sampai ke Menara Lonceng dan Genderang. Garis poros ini menembus sampai ke seluruh kota Beijing, memperkuat aura keperkasaan, keteraturan, dan kemegahan.

Bangunan-bangunan di dalam Kota Terlarang berdasarkan fungsi dan tatanannya bisa dibedakan menjadi dua jenis: "Dewan Luar" dan "Dewan Dalam". Kedua dewan ini dibatasi oleh Gerbang Kesucian Surgawi (Gerbang Qianqing). Di selatan gerbang ini disebut "Dewan Luar", dan di utara gerbang ini adalah "Dewan Dalam".

Pada bagian tengah Dewan Luar (juga disebut sebagai "Balai Jinluan" atau "Dewan Depan") terdapat tiga balai utama sebagai tempat kaisar menjalankan kekuasaan dan menggelar upacara, yaitu: Balai Harmoni Tertinggi (Balai Taihe), Balai Harmoni Tengah (Balai Zhonghe), dan Balai Pelindung Harmoni (Balai Baohe). Selain itu, di sayap timur Dewan Luar terdapat Balai Kemuliaan Kesusastraan, Paviliun Sumber Kesusastraan, Kandang Kuda Kerajaan, dan Tiga Tempat Selatan. Sedangkan di sisi baratnya terdapat Balai Keperkasaan Militer dan Unit Rumah Tangga Istana.

Dewan Dalam merupakan tempat tinggal kaisar, permaisuri, dan para selir. Bagian tengahnya terdiri dari tiga istana, yaitu: Istana Kesucian Surgawi, Balai Persatuan dan Kedamaian, serta Istana Kedamaian Bumi. Di kedua sisinya terdapat Balai Pemelihara Hati, Enam Istana Timur, Enam Istana Barat, Balai Puasa, dan Balai Perayaan Kelahiran. Di belakangnya adalah Taman Kerajaan. Di sisi timurnya terdapat Istana Umur Panjang dan Kedamaian, dibangun oleh Kaisar Qianlong saat meninggalkan tahta demi menikmati hari tua. Di sisi barat Dewan Dalam terdapat Istana Kebajikan dan Kedamaian serta Istana Umur Panjang dan Keamanan. Selain itu masih terdapat Balai Kemuliaan Ganda dan Lima Tempat Utara.

1 2 3 4 5 6
Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040