Pakar TCM He Zhiping di Jerman
  2009-10-16 13:08:18  CRI

Pakar kedokteran tradisional Tiongkok, He Zhiping kini berusia hampir 60 tahun dan telah bergerak di bidang diagnosis dan pengobatan tradisional selama 30 tahun lebih. Selama hampir dua tahun ini, dia diutus bekerja di RS Kotzting, Negara Bagian Bavaria Jerman. Keahlian diagnosis dan terapinya mendapat pengakuan yang luas dari pasien setempat.

Di sebuah rumah sakit tradisional Tiongkok di Bavaria, tampak He Zhiping tengah mengadakan pemeriksaan rutin ke tiap bangsal pasien, sedangkan penerjemah menjelaskan diagnosisnya kepada pasien. Setiap kali, He Zhiping terlebih dahulu melalui penerjemahnya mengetahui perubahan status kesehatan pasien, selanjutnya memeriksa warna lidah, mengecek denyut nadi, barulah mempertimbangkan bagaimana merevisi resep obat tradisional Tiongkok (TCM). Bagi He Zhiping, pasiennya kebanyakan ialah orang Eropa.

Pada awal tahun 1950-an, He Zhiping dilahirkan di Kota Shenyang yang merupakan kota industri di Tiongkok timur laut. Sehubungan dengan orangtuanya sering pindah kerja, He Zhiping melewati masa mudanya di daerah bagian selatan dan utara Tiongkok. Ketika berusia 3 tahun, ia bersama orangtuanya pindah ke Beijing, sedangkan pada usia 9 tahun bersama orangtuanya pindah lagi ke Shanghai. Awal tahun 1969, wisudawan sekolah menengah tingkat pertama-- He Ziping sama dengan siswa lainnya di kota-kota Tiongkok ketika itu, harus turun ke pedesaan dan bekerja sebagai petani.

He Zhiping menjadi petani selama 3 tahun di sebuah dusun terpencil Provinsi Qinghai Tiongkok barat laut, di sana ia melihat banyak petani sulit berobat, maka, di sela-sela waktu kerja, ia belajar pengetahuan tentang perawatan medis termasuk menginjeksi atau membuka resep yang sederhana. Melalui penataran, ia menjadi seorang dokter desa yang mengabdi kepada kaum tani dan pada jaman itu disebut sebagai 'barefoot doctor'. Ini memulai karirnya sebagai seorang dokter tradisional Tiongkok.

Tahun 1971, He Zhiping yang hanya mempunyai riwayat pendidikan resmi SLTP dinominasi ke Akademi Kedokteran Qinghai untuk belajar TCM. Setelah wisuda, ia diangkat sebagai guru di Akademi tersebut, enam tahun kemudian ia direkrut Universitas TCM Shanghai untuk mengambil program pascasarjana. Setelah mengakhiri studinya, ia ditempatkan di RS TCM afiliasi Universitas TCM Beijing.

Setelah diadakannya reformasi dan keterbukaan oleh Tiongkok, pertukaran dengan luar negeri di bidang kedokteran terus bertambah, He Zhiping tiga kali diutus ke Jepang dan Jerman untuk memberikan pelajaran tentang TCM dan mengadakan pertukaran bidang pengobatan klinik. Akhir tahun 2007, He Zhiping diutus bekerja sebagai dokter di RS Kotzting, Bavaria Jerman dengan masa bakti dua tahun. Ini merupakan rumah sakit TCM yang pertama di Jerman, semua dokter termasuk pengobatan tradisional, akupungtur dan moksibusi, pijat, qigong dan apoteker didatangkan dari RS TCM Dongzhimen Beijing. Kebanyakan pasien mereka adalah penderita penyakit kronis warga Jerman. Karena kekurangan tenaga medis, He Zhiping tidak pernah mengambil cuti untuk pulang ke Tiongkok bahkan sering kerja lembur. Demi persahabatan dan pemerataan pengobatan dan obat-obatan tradisional Tiongkok di luar negeri, He Zhiping tetap berada di garis depan. Demikian tadi perkenalan Dokter TCM, He Zhiping yang terkenal.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040