Aneh! Sumur Kuno Semburkan Susu
  2010-04-15 16:14:24  CRI

Sumur kuno di gunung Xishan, di Kota Guiping, Daerah Otonom Zhuang Guangxi di barat daya Tiongkok tiba-tiba menunjukkan gejala aneh. Pada tanggal 8 April lalu, para wisatawan yang mengunjungi sumur tua berusia seribu tahun itu tiba-tiba dikejutkan oleh cairan putih seperti air susu yang menyembur dari dasar sumur berdiameter 1 meter dan berkedalaman 1 meter itu. Cairan putih berubah menjadi kabut yang menyebar perlahan, dan baru menghilang setelah satu jam. Air sumur kemudian kembali jernih hingga kelihatan dasarnya.

Seorang wisatawan dari Guangdong yang menyaksikan kejadian ajaib itu berkisah, ia melihat kabut membentuk tiga pilar putih dari dasar sumur menjulang ke langit, bagaikan tiga naga, sebuah pertanda baik yang berarti keberuntungan. Gejala aneh itu juga sempat diliput oleh kamera televisi setempat.

Sebenarnya, pancaran air susu ini bukan yang pertama kali. Kisah ini pernah tertulis dalam sejarah dari zaman Dinasti Qing. Selain itu, tokoh nasionalis Tiongkok Sun Yat-sen juga pernah minum teh Xishan di pinggir sumur ini pada tahun 1921. Menurut analisa, cairan putih seperti susu terbentuk dari pembiasan sinar matahari pada gas alam yang mengandung mineral dari dalam sumur.

Analisa lain mengatakan, batu granit yang tersebar di sekitar sumur akan membentuk mineral putih pada permukaannya setelah mengalami pelapukan. Dalam kondisi khusus, mineral itu mengapung dalam air sehingga membentuk cairan seperti susu.

Sedangkan masyarakat setempat percaya, gejala ini adalah penampakan roh Buddha di Gunung Xishan, menjadi pertanda baik. Para petani akan bersuka cita karena cuaca dan curah hujan yang cukup. Negara aman sentosa dan rakyat sejahtera. Semua orang akan mengalami kemujuran.

Nah, Anda percaya yang mana?

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040