Menurut Kantor Berita Xinhua, CEO Komite Piala Dunia Daniel Jordan kemarin (13/6) mengatakan, suara vuvuzela, terompet khas Afrika, sangat mempengaruhi pemain dan fans sepak bola, sehingga mereka mempertimbangkan pelarangan vuvuzela dalam pertandingan.
Sejak Piala Dunia dibuka, kritik terhadap vuvuzela terus mengalir. Bahkan stasiun televisi pun ikut memprotes karena ributnya vuvuzela yang menghasilkan suara tak sedap sungguh mempengaruhi efek siaran televisi.
Kepala tim Prancis mengatakan, dia sudah merasakan dampak negatif suara vuvuzela. Mereka tidak bisa tidur sepanjang malam, dan tidak bisa berkomunikasi dengan pemain lainnya waktu bertanding, gara-gara suara mereka tenggelam oleh ributnya terompet vuvuzela.

















