Mengingat FIFA menyokong penggunaan terompet vuvuzela, perusahaan manufaktur alat penyumbat telinga (earplug) Afrika Selatan kemarin (14/06) menyatakan, bisingnya vuvuzela menyebabkan larisnya alat pelindung telinga.
Berdasarkan hasil tes perusahaan terkait, suara yang ditimbulkan vuvuzela sekitar 113 hingga 131 desible, kalau dalam waktu panjang hidup dalam lingkungan suara itu dan tidak mengambil langkah protektif, akan merugikan daya pendengaran seseorang. Laporan terkait mengatakan, sehubungan dengan berkesinambungannya bising terompet vuvuzela sejak dibukanya Piala Dunia, massa Afrika Selatan dan para penggemar sepakbola mulai mengkhawatirkan dampak suara vuvuzela terhadap daya pendengaran.

















