Asian Games XVI akan digelar di kota Guangzhou, Tiongkok. Bagi sebuah kota, selain pemandangan indah dan lingkungan yang nyaman, senyuman sebenarnya adalah hal yang paling menyenangkan. Pada bulan November, ratusan ribu relawan akan menunjukkan betapa indahnya Guangzhou dengan senyuman yang tulus.
Pendaftaran relawan Asian Games Guangzhou telah ditutup pada 1 Oktober 2010 pukul 00:00. Jumlah pendaftar relawan Asian Games mencapai 150 ribu orang. Untuk Asian Games dan Asian Para Games akan direkrut 590 ribu orang, termasuk 60 ribu relawan Asian Games, 25 ribu relawan Asian Para Games, dan 500 ribu relawan kota. Ternyata jumlah pendaftar hampir tiga kali lipat dari yang ditargetkan.
Seorang relawan, yang sekaligus mahasiswa di sebuah universitas di Guangzhou mengatakan bertekad untuk untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggrisnya, sekaligus untuk meningkatkan kualitas pelayanannya sesuai standar. Relawan yang akan bertugas sebagai penerjemah itu juga mengatakan ingin agar semua relawan di Guangzhou juga mempunyai tuntutan tinggi untuk meningkatkan kualitas.
Panitia Asian Games Guangzhou telah melatih dan memberikan buku petunjuk kepada relawan yang secara langsung melayani di Asian Games dan Asian Para Games, untuk memberi informasi perbedaan kebudayaan sejumlah negara dan daerah.
Asian Games 2010 bukan hanya menarik perhatian penduduk Guangzhou, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai daerah di Asia. Beberapa bulan lalu seorang warga Korea Selatan tiba di Guangzhou untuk belajar bahasa Mandarin, dan kini ia resmi menjadi relawan Asian Games. Relawan asal Korea Selatan itu mengatakan, pada Asian Games 2002 di Busan, ia masih anak-anak sehingga kurang terkesan. Asian Games Guangzhou adalah titik awal perjalanan Asian Games baginya. Ia mengatakan bahwa keluarganya dan dirinya sendiri sangat tertarik pada Asian Games, karena sebagai warga Asia, ia ingin melakukan sesuatu untuk Asia. Inilah yang menjadi awal partisipasinya di ajang olah raga terbesar di Asia ini.
Dalam benak kebanyakan orang, relawan biasanya berusia muda dan bergairah. Namun, ibu Xiang Yunhua, seorang relawan yang berumur 81 tahun bersama suaminya telah membuktikan bahwa usia bukan masalah, asalkan ada keinginan.
Di Guangzhou, semua halte bus kota telah dipasang logo layanan relawan yang berbentuk "ibu jari". Di daerah bisnis yang ramai juga terdapat pusat layanan relawan yang dinamai "Pusat Kehidupan Baru" dan dijuluki Pondok Xiguan (Xi Guan Xiao Wu). Luasnya hanya 6 meter persegi. Para relawan yang berada di dalam pondok ini selalu bersedia menjawab pertanyaan para pengunjung dan menjadi penerjemah bagi turis asing.
Di Guangzhou, setiap orang mempunya pengertian berbeda terhadap tugas relawan. Ada yang menjadi penerjemah, ada yang menjadi petugas keamanan, ada pula yang menjadikan kegemarannya sebagai layanan relawan. Misalnya, Li Songhui yang pandai bermain roller skating mengatakan, tujuannya sebagai relawan adalah mempromosikan olahraga roller skating.
Semua relawan Asian Games Guangzhou akan memberikan senyuman terindah untuk menyambut semua tamu di Guangzhou pada tahun 2010.

















