Fans Menjadi Teman Hidup
  2011-06-02 17:11:58  CRI

Pada tanggal 22 bulan ini, sebuah pos lotere di sebuah komunitas di Distrik Qiaokou Kota Wuhan Provinsi Hubei yang diselenggarakan seorang penyandang cacat diresmikan. Pemilik pos lotere itu menampilkan pertunjukan yang dinamis sehingga menarik datangnya tetangganya.

Para penonton tertarik oleh nyanyian pria cacat yang tinggi badannya 1,45 meter. Ketika ia menyanyikan sebuah lagu bahasa Guangdong, ia bahkan melemparkan tongkatnya dan memperlihatkan ketrampilan berdiri di atas tangannya dan kemudian jungkir balik ke belakang dari sebuah bangku sehingga para penonton merasa sangat terhibur.

Penyanyi cacat itu bernama Huang Mao, lahir di Guangxi pada tahun 1975 dan sejak lahir kakinya sudah cacat. Ketika ia masih kecil, orangtuanya bercerai, ditambah ia cacat kakinya, ia merasa sangat terpukul.

Huang Mao ketika berumur 8 tahun sudah mulai berguru kepada orang dan belajar ketrampilan badan. Melalui latihan yang rajin, ia dapat memperlihatkan kepandaian berdiri di atas tangan, berdiri di atas dua jari dan salto ke belakang dari bangku. Setelah itu, ia mulai mengembara di provinsi-provinsi Guangdong dan Guangxi sementara menunjukkan ketrampilannya, makan dalam angina dan tidur di embun, hidupnya tergantung pada derma orang lainnya, dan amat sulit mencari nafkah.

Pada tahun 1997, Huang Mao datang di Provinsi Sichuan. Pada malam hari ia melihat Karaoke di jalan-jalan sangat disambut. Ia berpikir bahwa alangkah baiknya kalau ia pandai menyanyi ketika menunjukkan ketrampilan badan. Maka, ia mulai belajar menyanyi lagu-lagu pop dan ternyata ia sangat berbakat. Seorang guru bernama Li dengan murah hati membantu Huang Mao dan sejak itu Huang Mao mempunyai nama panggung Li Xiaomao.

Pada tahun 2003, Li Xiaomao yang berumur 28 tahun datang di Kota Wuhan. Pada siang hari, ia menunjukkan ketrampilannya di Jalan Shouyi Wuchang danTaman Sun Yetsen, dan malam hari ia nongkrong di rongga jembatan. Kehidupan susah pengembara seperti ini akhirnya mengalami perubahan juga.

Pada tahun 2004, ketika Li Xiaomao menunjukkan ketrampilannya di Taman Taman Sun Yetsen, seorang gadis cantik datang bersapa. "Saya jarang sekarang bergaul dengan perempuan, ketika itu maka saya sampai merah karena merasa malu", demikian kata Li Xiaomao. Nona Lu adalah warga Kota Wuhan, ia juga cacat kaki, ia sangat tertarik oleh pertunjukan Li Xiaomao karena menyanyi juga adalah hobinya.

Pada tahun 2005, dua orang yang saling mencintai itu dengan mengatasi berbagai rintangan berhasil menjalin perkawinan. Anak puteri mereka kini sudah berumur 5 tahun. Li Xiaomao kini mengakhiri kehidupan mengembara dan segenap keluarganya hidup tergantung pada jaminan sosial. Namun, kalau teman-teman meminta, ia juga senang sekali menunjukkan ketrampilan badannya yang luarbiasa.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040