Bayi Rawat Inap di Rumah Sakit, Dengarkan Lagu Klasik Tenangkan Diri
  2011-06-02 17:19:34  CRI

Orangtua pasti merasa cemas dan khawatir bila bayi anak kesayangannya sakit dan harus rawat inap di rumah sakit, dan bayi sendiri juga merasa gelisah harus tinggal di rumah sakit. Menurut harian Daily Mail, Inggris 22 Mei lalu, sebuah rumah sakit di Slovakia baru-baru ini menemukan suatu cara untuk mengurangi tekanan psikologis bayi yang dirawat di rumah sakit yakni memperdengarkan lagu klasik buat bayi.

Di ruang bersalin Rumah Sakit Kosica-Saca, Slovakia, pada kepala setiap bayi dipasang alat pendengar yang biasa dipakai orang dewasa. Meski alat pendengar itu kelihatan terlalu besar di kepala bayi, namun kata dokter, lagu-lagu klasik yang mengalun dari alat pendengar itu bisa menggantikan suara ibunya, dan membuat bayi tenang dan lancar bernapas, denyut jantung menjadi stabil.

Dokter rumah sakit itu menjelaskan, luka dalam proses persalinan juga bisa memberikan tekanan psikologis berat bagi bayi, sedang terapi musik selain bisa membantu mengurangi tekanan dan menambah bobot bayi, juga bisa membantu mereka menghadapi rasa sakit dengan lebih baik.

Rumah sakit itu kini setiap hari memperdengarkan musik 5 sampai 6 kali buat bayi, lagu-lagu yang dipilih mencakup karya Mozart dan Vevaldy, juga kicau burung di hutan.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040