Sapi Perah Hasilkan Susu Manusia
  2011-06-13 15:09:13  CRI

Sejumlah ilmuwan di Argentina melakukan rekayasa genetika untuk menciptakan sapi perah yang dapat menghasilkan air susu dengan kandungan nustrisi identik dengan air susu ibu.

Pakar genetika dari Institut Pertanian Nasional di Buenos Aires itu melibatkan dua gen manusia yang berasal dari kelenjar susu ibu yang menyusui. Lewat mekanisme kloning, gen itu kemudian disuntikkan ke janin sapi.

Adrian Mutto dari National University of San Martin yang terlibat dalam penelitian itu mengatakan, gen manusia yang digunakan dalam rekayasa genetika itu berasal dari protein baik yang terdapat dalam kelenjar susu ibu selama masa menyusui.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan nilai gizi susu sapi dengan menambahkan dua gen manusia, laktoferin protein, yang memberi perlindungan antibakteri dan antivirus terhadap bayi, dan lisozim, yang merupakan agen antibakteri," kata Mutto.

Dari hasil rekayasa genetika itu, lahirlah sapi perah bernama Rosita ISA. "Ini adalah sapi pertama di dunia yang lahir dengan membawa dua gen manusia yang mengandung protein 'ASI'," kata para ilmuwan dalam paparannya, seperti yang dikutip dari Telegraph.

Rosita ISA lahir pada 6 April melalui operasi caesar lantaran bobotnya dua kali lipat dari berat badan normal jenis sapi Jersey.

Para ilmuwan mengatakan bahwa sapi perah ciptaan mereka menghasilkan air susu dengan kandungan nutrisi yang lebih identik dengan ASI dibandingkan sapi perah rekaan ilmuwan Tiongkok. Mereka mengatakan, ilmuwan Tiongokok hanya melibatkan satu jenis gen manusia. Sedangkan mereka melibatkan dua gen manusia.

April lalu, sejumlah ilmuwan di Tiongkok memublikasikan hasil penelitian bahwa mereka berhasil menciptakan sapi perah GM Holstein. Mereka juga mengklaim sapi tersebut mampu memproduksi susu dengan kandungan protein yang sama dengan ASI. (umi)

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040