Bola Lampu Berumur 110 Tahun
  2011-06-21 16:02:54  CRI

Sebuah bola lampu di Negara Bagian California sejak dipasang terus tidak rusak dan hari Sabtu lalu menyongsong hari ulangtahunnya ke-110. Bola lampu yang "tangguh" itu kini berhasil dikategori ke dalam Rekor Dunia Guinness dan mengundang perhatian periset dan publik dari berbagai pelosok seluruh AS.

Bola lampu itu dipasang di sebuah stasiun penjaga kebakaran dan disumbangkan oleh sebuah pengusaha tenaga listrik kepada badan pemadaman kebakaran pada tahun 1901. Bola lampu itu pada awal pernah mengalami sejumlah gangguan dan berhenti dipakai untuk sementara karena putusnya persediaan tenaga listrik dan selama lebih dari 100 tahun pernah mengganti pos kerjanya beberapa kali.

Ovens yang bertanggung-jawab atas penyelenggaraan kegiatan perayaan ulangtahun ke-110 bola lampu itu mengatakan kepada wartawan majalah Times AS bahwa lampu itu berkapasitas 60 watt dan setelah dinyalakan biasanya hanya disetel pada 4 watt dan entahlah kenapa bola lampu it terus tidak rusak.

"Bola lampu it terus nyala", kata Ovens, "kami sudah mengundang periset dari berbagai tempat seluruh AS untuk meneliti lampu ini."

Perancang bola lampu itu adalah Adolphe dan pada 100 tahun yang lalu ia pernah berlomba dengan Thomas Alva Edson, penemu bola lampu untuk membuat bola lampu yang terbaik di kotanya.

Meskipun bola lampu itu kini masih "sehat", sebuah museum setempat sudah bersapa dengan stasiun penjaga kebakaran itu agar bola lampu itu dapat dipamerkan di museumnya.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040