Nining
  2011-10-25 14:45:12  CRI

Hari Minggu lalu, saya sempat menonton sebuah pertunjukan Xiang Sheng atau Cross talk, semacam pertunjukan yang mirip dengan dagelan di Indonesia. Xiang Sheng adalah salah satu bentuk seni pertunjukan sangat popular dan digemari masyarakat Tiongkok Utara sejak Dinasti Ming dalam sejarah Tiongkok.

Xiang Sheng biasanya dimainkan oleh satu atau dua orang, ada pula yang dimainkan tiga orang atau lebih, bahasanya lucu dan humor sehingga sangat menggelitik. Xiang Sheng banyak digunakan untuk menyindir atau memuji hal-hal yang terjadi atau hangat disoroti masyarakat.

Pertunjukan yang saya tonton hari Minggu lalu itu bukan dimainkan seniman profesional melainkan oleh seniman amatiran. Semua dari mereka itu mempunyai pekerjaan resmi masing-masing dari Senin sampai Jumat, ada yang DJ musik, ada pelatih tenis meja, ada insinyur senior, ada pakar riset ilmiah, ada fotografer, ada pula yang orang kantoran. Meskipun mereka hanya amatiran aja dalam pertunjukan Xiang Sheng, tapi tarafnya cukup tinggi dan pertunjukannya menarik sekali.

Menurut hemat saya, Xiang Sheng yang berasal dari kalangan rakyat, isinya harus berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, maka pemain amatiran yang berasal dari masyarakat malah dapat mengangkat tema yang menarik, menggelitik mengundang tawa, dan tidak jarang patut direnungkan.

- By Nining

25 Oktober 2011

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040