Pakar: Ketulusan Tiongkok untuk Kurangi Emisi Bakal Sia-sia
  2011-12-08 12:07:06  CRI

Meskipun dalam Konferensi Perubahaan Iklim Durban, Afrika Selatan, Tiongkok telah menyatakan ketulusan untuk mensukseskan konferensi ini, tetapi pakar iklim Tiongkok berpendapat, dilihat dari proses dan hasil konferensi sebelumnya, ketulusan Tiongkok belum tentu dapat mendapat tanggapan positif negara-negara maju.

Ketua Delegasi Tiongkok Xie Zhenhua telah menyatakan bahwa Tiongkok bersedia menerima perjanjian pengurangan emisi pasca 2020 dengan prasyarat tertentu. Negara-negara maju juga diminta menandatangani komitmen tahap kedua dalam Protokol Kyoto, membentuk badan pendanaan iklim hijau, dan membentuk sistem pengawasan eksekutif, serta segera melaksanakan komitmen, menghormati prinsip "bertanggungjawab tapi berbeda" serta prinsip adil dan dalam batas kemampuan.

Pakar iklim Tiongkok Cao Rongxiang mengatakan: "komitmen pengurangan emisi dengan prayarat tertentu merupakan ketulusan terbesar yang dinyatakan Tiongkok."

Tiongkok adalah negara berkembang pertama yang mengumumkan program untuk menghadapi perubahaan iklim. Dari 2006 hingga 2010, konsumsi energi per unit PDB Tiongkok menurun 19,1 persen dari 2005, setara dengan menghemat konsumsi 630 juta ton batu bara, mengurangi emisi 1,5 miliar ton karbon dioksida.

Sedangkan negara-negara maju selalu meminta Tiongkok bergabung dalam pengurangan emisi yang terpaksa, yakni mengikuti satu standar bersifat mengikat. Itulah salah satu perselisihan antara negara-negara berkembang, termasuk Tiongkok dengan negara-negara maju.

Selain itu, mengenai prinsip "Bertanggungjawab tapi berbeda", pengertian Tiongkok pada kata "berbeda" adalah "keinginan sendiri" atau "pemaksaan", sedangkan pengertian negara-negara maju pada kata itu adalah "perbedaan pada kapasitas".

Maka pakar terkait berpendapat, Tiongkok boleh dikatakan cukup hebat karena rela menerima persetujuan pengurangan emisi berkapasitas pasca 2020 dengan prasyarat, karena Tiongkok ingin Konferensi Durban dapat mencapai sesuatu hasil positif.

Sejauh ini sikap positif Tiongkok itu belum ditanggapi positif oleh negara-negara maju, bahkan ada yang masih bersikeras untuk meluncurkan program pengurangan emisi yang dipaksakan kepada semua negara. Maka Konferensi Durban sejauh ini masih berprospek suram.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040