Upacara penghargaan sepuluh perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di negara ASEAN dan sepuluh perusahaan ASEAN yang beroperasi di Tiongkok belum lama berselang digelar di Beijing. Dua puluh perusahaan dianugerahi penghargaan "perusahaan sukses" dan penghargaan "pengusaha brilian." PT CRBC yang berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan Nasional Surabaya-Madura dan PT Grup TH Indonesia yang membangun Jalan Indonesia di Tiongkok masing-masing diberikan penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang paling sukses. Kedua perusahaan itu dinilai telah berkontribusi dalam meningkatkan perkembangan ekonomi perdagangan dan kebudayaan antara kedua negara.

Jarak antara Surabaya dan Madura hanya 5 kilometer, namun penduduk di kedua kota tersebut dipisahkan oleh laut dan memerlukan jalur transportasi laut. Pertukaran antara kedua daerah itu pun terhambat. Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura adalah impian lama bagi pemerintah maupun rakyat Indonesia.

Pada September 2004, CRBC Tiongkok dan pihak Indonesia menandatangani kontrak untuk membangun Jembatan Surabaya-Madura. Jembatan yang diresmikan pada 2009 itu telah berkontribusi besar bagi peningkatan perkembangan ekonomi Surabaya dan Pulau Madura, bahkan bagi perkembangan ekonomi dan sosial di seluruh Pulau Jawa. Marolop menyatakan apresiasinya atas perubahan besar yang terjadi di Madura setelah peresmian jembatan tersebut. Ia mengatakan:
Jembatan Surabaya-Madura tidak hanya membawa manfaat bagi rakyat Indonesia, tapi juga merupakan proyek jembatan ukuran besar pertama yang dibangun perusahaan Tiongkok di luar negeri dengan mengandalkan teknologi Tiongkok. Wakil Presiden PT CRBC Liu Hong mengatakan peresmian jembatan itu mempunyai arti penting bagi Tiongkok karena dengan begitu, dunia telah mengakui teknologi Tiongkok dalam pembangunan jembatan.
Ia mengatakan,"Kesulitan paling besar bagi perusahaan Tiongkok yang berkiprah di luar negeri adalah teknologi. Jembatan Surabaya-Madura adalah proyek jembatan luar negeri pertama Tiongkok yang menerapkan standar Tiongkok, baik dari perancangan, pembangunan, dan teknologi."
Saat ini Jembatan Surabaya-Madura telah menjadi jembatan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia, sekaligus lambang kerja sama Tiongkok dan Indonesia.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Tayan, Kalimantan yang dikerjakan perusahaan Tiongkok telah dimulai pada Oktober 2012.
PT TH Indonesia yang meraih penghargaan sebagai salah satu sepuluh perusahaan terbaik dinilai telah berkontribusi besar dalam pembangunan jembatan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok melalui pembangunan jalan di beberapa kota di Tiongkok.

Jalan Indonesia pertama diresmikan di Shanghai pada 2008. Dalam empat tahun terakhir, Jalan Indonesia berturut-turut dibuka di Beijing, Makau, Hangzhou dan Kunming.
CEO PT TH Sunny Sukardi mengatakan, "Saya pertama kali datang ke Tiongkok pada 2000. Waktu itu, warga di Tiongkok kekurangan pengetahuan tentang Indonesia. Saat itu di otak saya melintas keinginan untuk membangun suatu platform untuk meningkatkan komunikasi persahabatan antara kedua negara. Saya membangun jalan ini sebagai jembatan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok."
Di Jalan Indonesia, terdapat toko yang menjual perabot rumah, kain batik, ukiran kayu khas Indonesia, dan barang kerajinan tangan lainnya yang unik. Produk yang dijual di Jalan Indonesia diperbarui setiap tiga bulan. Berbagai atraksi tarian dan atraksi budaya lainnya juga digelar setiap bulan.
Sunny Sukardi tidak puas terhadap apa yang telah dicapainya. Ia merencanakan untuk membangun Jalan Indonesia di Bintan yang menawarkan produk Tiongkok demi meningkatkan komunikasi budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Ia juga menargetkan pembangunan jembatan di udara.
Ia mengatakan, "Di pulau Bintan tidak ada layanan penerbangan yang langsung ke Shanghai. Saya ingin mendirikan sebuah maskapai penerbangan yang khusus melayani penerbangan dari kota Tiongkok ke pulau Bintan."

















