Gelar Semakin Tinggi, Rambut Semakin Sedikit
  2013-05-08 16:22:35  CRI

Seorang lelaki IT setelah mengubah kariernya dan mulai menjual buah-buahan sungguh bersemangat. Ia tidak lagi memakai kaca mata, kulitnya menjadi lebih segar dan menjadi lebih ganteng. Gambar perbandingannya mengundang perhatian luas para pengakses internet dan banyak orang juga yang ingin melepaskan pekerjaannya yang berat dan menjual buah-buahan. Seorang mahasiswa menunjukkan foto tiga tahap dari pendidikannya. Mulai dari sarjana muda, master dan doktor. Rambutnya pada permulaan lebat dan kemudian menjadi jarang dan pada akhirnya botak. Para pengakses internet mengatakan, umur tidak mengenal kasihan dan ilmu pengetahuan adalah pencukur rambut.

Di Weibo Sina, gambar perbandingan tahap sarjana muda, master dan doktor itu serentak menjadi topik yang panas. Seorang pengakses internet menceritakan, seorang dokter klinik Universitas Wuhan pernah menyimpulkan perbedaannya. Pasiennya, mahasiwa sarjana muda lincah biji matanya; mahasiswa gelar master lebih kaku biji matanya; sedangkan biji mata mahasiswa gelar doctor, kalau bola matanya masih bisa bergerak, petanda ia masih hidup!

Weibo resmi Universitas Wuhan juga telah menyampaikan tiga gambar perbandingan itu. Pihaknya juga mengatakan, ilmu pengetahuan mengubah nasib, dan gelar mengubah bentuk rambut, tapi itu adalah kasus yang tidak umum. Sementara itu, juga ada orang yang membantahnya dan mengatakan bahwa itu mutlak bukan kasus yang tidak umum, 50 persen ke atas dari orang-orang itu juga berkata demikian. Hampir tidak ada mahasiswa gelar doktor yang tidak rontok rambutnya.

Namun, juga ada pengakses internet yang menunjukkan, bahwa harus ditemukan segi yang positif, bukankah baju yang dikenakan orang dalam gambarnya semakin keren? Betul juga ya…

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040