Tiongkok Tenang Hadapi "Kekurangan Uang"
  2013-06-24 11:00:26  CRI

Sejak Juni, suku bunga antar bank yang mencerminkan biaya kredit antar bank daratan Tiongkok terus meningkat. Bank yang hampir tidak pernah kekurangan uang juga kekurangan dana. Tapi pemerintah Tiongkok belum memasukkan uang kepada pasar. Ini menunjukkan tekad pemerintah Tiongkok untuk meluruskan masalah struktur ekonomi.

Analis berpendapat bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ketegangan uang beredar antar bank adalah berkurangnya pemasukan devisa pada Mei lalu. Kebutuhan akan uang memungkinkan kesalahpahaman pasar terhadap tujuan kebijakan Bank Sentral Tiongkok.

Sedangkan terlalu cepatnya produk kredit bank dan pembayaran oleh bank disebabkan sebagian produk bank adalah unsur penting yang menyebabkan kekurangan dana.

Tapi, sebenarnya Tiongkok telah mempunyai cadangan mata uang yang menerobos seratus triliun Yuan. Boleh dikatakan bahwa di pasar tidak kekurangan dana.

Pakar berpendapat bahwa kekurangan dana dewasa ini sebenarnya adalah disebabkan tegangnya dana di bidang struktur. Hal ini bukanlah kekurangan dana, tetapi dana tersebut tidak muncul di tempat yang tepat.

Wakil Kepala Kantor Riset Bank Eksploitasi Negara, Cao Honghui berpendapat, terlalu banyak dana beredar antar bank dan mengalir ke pasar properti, tapi sektor industri masih sulit mendapat dana dari jalur pengumpulan dana.

Menghadapi keadaan ini, bank sentral tidak mengambil tindakan-tindakan untuk membeli kembali atau menurunkan tingkat cadangan tabungan. Ini menyatakan Bank Sentral Tiongkok tidak berniat mendorong longgarnya dana.

Direktur Kantor Penelitian Bank Tiongkok Universitas Keuangan Sentral Tiongkok, Guo Tianyong mengatakan bahwa kekurangan dana disebabkan tidak pantasnya struktur dana bank komersial. Bank untuk mengincar keuntungan yang lebih banyak, kebanyakan dana dikucurkan pada bidang dengan laba yang lebih tinggi.

Guo Tianyong mengatakan bahwa Bank Komersial Tiongkok hendaknya mengatur kembali struktur, dan memanfaatkan dana dengan baik.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040