Angklung Ramaikan Pameran Alat Musik Bambu di Beijing
  2013-09-16 09:17:01  CRI

(Beijing, 15 September 2013) – Sebagai upaya melestarikan World Intangible Cultural Heritage, KBRI Beijing memamerkan Angklung Indonesia dalam pameran 'Perjalanan Musik Bambu Huomao' di Ruang Eksebisi lantai 1 Huomao Mall, Chaoyang, Beijing, RRT.

Pameran alat musik bambu internasional ini berlangsung mulai tanggal 14 – 22 September 2013 dan diikuti oleh Indonesia, Malaysia, Thailand dan RRT. Dalam pameran tersebut KBRI Beijing memamerkan alat musik Angklung dan Kecapi, serta berbagai benda seni seperti Wayang Golek Uda Wala, Topeng Jendrak Jendrik, Rumah Adat Suku Dayak Kalimantan, Wayang Golek, Tabot Bengkulu, miniatur Tugu Khatulistiwa, dan senjata tradisional Kujang.

Dyah Retno Andrini, mewakili KBRI Beijing, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Huomao Mall dan Akademi Seni Musik Tiongkok yang telah mengundang Indonesia berpartisipasi dalam pameran alat musik bambu tersebut.

Seperti pada kesempatan-kesempatan serupa, KBRI Beijing selalu aktif berpartisipasi dengan tujuan untuk memperluas tapak kaki (foot-print) budaya Indonesia di mancanegara, khususnya Tiongkok.

Dapat dipastikan meningkatnya pemahaman rakyat Tiongkok terhadap budaya Indonesia akan turut pula mempererat hubungan antara kedua bangsa dan negara.

Pada kesempatan tersebut KBRI Beijing juga menampilkan pertunjukan tarian khas Indonesia yakni Tari Belibis dan permainan Angklung interaktif yang diikuti oleh para tamu VIP dan ratusan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Pertunjukan semakin meriah ketika para peserta secara interaktif memainkan alat musik angklung dengan lagu 'Tian Mimi' dan 'Yue Liang Dai Biao Wo De Xin' serta turut menari 'Lenggang Kangkung' yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Tsinghua University. (Sumber: KBRI Beijing)

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040